<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706445012300334527</id><updated>2012-02-17T05:12:56.164+08:00</updated><category term='sertifikasi sarjana'/><category term='sewerage'/><category term='limbah cair'/><category term='undang-undang jasa konstruksi'/><category term='konsultan konstruksi'/><category term='arsitektur'/><category term='burj khalifa'/><category term='metode kerja'/><category term='Bangunan Tahan Gempa'/><category term='civil engineer'/><category term='Konstruksi Silo'/><category term='burj dubai'/><category term='beton deking'/><category term='Belajar otodidak 3D'/><category term='prinsip dasar'/><category term='konstruksi beton'/><category term='Structural Analysis Program'/><category term='DSDP'/><category term='Standar Kobe'/><category term='jaminan konstruksi'/><category term='bendungan'/><category term='pencakar langit'/><category term='bangunan air'/><category term='new year'/><category term='kegagalan bangunan'/><category term='Konstruksi Tahan Gempa'/><category term='Gempa Jepang'/><category term='billingrate'/><category term='skyscraper'/><category term='beton bertulang'/><title type='text'>Civil Engineer Bali</title><subtitle type='html'>teknik sipil, civil engineer, civil engineering, dunia konstruksi, sarjana teknik sipil freelance</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Civil Engineer Bali</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ssa8snM7OmI/AAAAAAAAAB0/4O9yFlHsRz8/S220/IKKFB+small.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>25</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706445012300334527.post-6411292512541044498</id><published>2011-09-15T19:05:00.000+08:00</published><updated>2011-09-15T19:05:27.347+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='undang-undang jasa konstruksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kegagalan bangunan'/><title type='text'>MENJEBOL MUTU PROYEK</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ybWWXMf48KM/TnHblHbOgSI/AAAAAAAAAJM/Vmejp3z_9fI/s1600/jebol2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="207" src="http://4.bp.blogspot.com/-ybWWXMf48KM/TnHblHbOgSI/AAAAAAAAAJM/Vmejp3z_9fI/s320/jebol2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Editorial Media Indonesia yang disiarkan oleh Metro TV pada hari Sabtu tanggal 3 September 2011 cukup membikin merah muka para civil engineer idealis di negeri ini. Tidak terkecuali saya, walaupun saya tidak berani menyebut diri sebagai seorang idealis. Betapa persepsi masyarakat terhadap suatu proyek begitu negatifnya, terutama terhadap proyek-proyek pemerintah. Setiap mendengar kata proyek, maka masyarakat awam akan menganggap proyek itu isinya mark up, tipu menipu, KKN, penyimpangan bestek dan lain-lain yang negatif. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Padahal tidak semua proyek isinya tipu-menipu dan KKN. Masih ada kontraktor yang bertanggung jawab terhadap mutu. Masih banyak di negeri ini insinyur sipil yang idealis, yang tidak mau menggadaikan ilmu dan idealismenya demi rupiah. Akan tetapi hal-hal yang baik jarang muncul dan diberitakan. Mungkin dianggap kerja yang baik dan professional memang tugasnya para insinyur sehingga tidak perlu diberitakan. Yang perlu diberitakan yang jelek-jelek agar para insinyur punya rasa malu dan mau berubah kearah yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resiko bekerja jelek sudah pasti ada akibatnya. Proyek bisa bermasalah secara teknis dan menyebabkan kegagalan bangunan jika dikerjakan dengan penyimpangan spek. Kalau sudah terjadi kegagalan bangunan maka sanksi pidana dan denda bisa mengancam pihak yang terlibat sesuai &lt;u&gt;&lt;i&gt;UUJK No. 18 Tahun 1999&lt;/i&gt;&lt;/u&gt;. Sedangkan resiko bekerja dengan memainkan angka-angka (markup dan penyunatan anggaran) bisa menyebabkan proyek ambruk dan salah-salah dijerat tindak pidana korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan ada pada para insinyur. Mau bekerja dengan baik sehingga bisa tidur nyenyak tanpa dibayangi sanksi pidana, atau mau cari materi sebanyak-banyaknya sehingga dibayang-bayangi ruang penjara? Mari kita manfaatkan ilmu kita untuk kebaikan negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kutipan Editorial Media Indonesia beserta komentar negative masyarakat terhadap proyek-proyek pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menjebol Mutu Proyek&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Sabtu, 03 September 2011 00:00 WIB     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TRAGEDI terjadi lagi. Meski tidak menelan nyawa, ratusan ribu orang merintih kekurangan air bersih. Itu bukan terjadi nun jauh di sana di pelosok negeri ini, melainkan di ibu kota negara, Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggul Kanal Tarum Barat di Kalimalang, Jakarta Timur, jebol pada Rabu (31/8). Air dari tanggul itu merupakan bahan baku air bersih untuk kebutuhan warga Jakarta. Akibat ambruknya tanggul, pasokan air bersih untuk rumah tangga, industri dan perkantoran di Jakarta Pusat, dan sebagian Jakarta Barat serta Jakarta Utara pun terganggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istana Presiden, Balai Kota DKI, dan Gedung DPR tidak luput dari kekurangan pasokan air bersih. Truk tangki air bersih hilir mudik memenuhi pasokan air bersih di tiga gedung istimewa itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menjadi kebiasaan, setelah musibah barulah para pejabat ramai-ramai meninjau lokasi. Aneka argumentasi dan teori pun keluar sebagai jurus pembelaan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Divisi Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, misalnya, berkilah bahwa salah satu penyebab ambruknya tanggul ialah pencurian air melalui pipa-pipa liar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perum Jasa Tirta II sebagai pemilik tanggul Kanal Tarum Barat sudah jauh hari mencatat ada 4.000 titik pengambilan air secara ilegal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu. Pembangunan 54 jembatan penyeberang yang melintasi kali dengan tiang-tiang besi ikut melonggarkan kerekatan tanah. Selain itu, pemasangan tiang pancang jalan layang Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di samping dinding kali merusak konstruksi tanah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggul yang jebol itu baru berusia 40 tahun, padahal tanggul itu dibangun dengan konstruksi berkekuatan hingga usia 100 tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah ditebak mengapa kekuatan tanggul hanya berumur 40% dari yang seharusnya. Ini satu lagi bukti bahwa mutu proyek dijebol untuk membuncitkan pundi-pundi kontraktor dan aparat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi pengetahuan publik bahwa biaya proyek pemerintah selalu ditalangi terlebih dahulu oleh kontraktor. Kontraktor pun tahu bahwa nilai proyek sudah disunat kemudian dikaveling-kaveling sebagai upeti untuk disetor ke DPR, pejabat terkait, dan makelar anggaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan mengapa Perum Jasa Tirta membiarkan berlarut-larut walau telah mengetahui ada 4.000 titik pencurian air di tanggul Kanal Tarum Barat? Adakah kerja sama saling menguntungkan antara si maling air dan oknum Jasa Tirta? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita percaya proyek vital itu memiliki dana pemeliharaan yang mestinya bisa digunakan untuk merawat tanggul agar tidak bocor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kerusakan tanggul tidak menelan korban jiwa, harus diusut siapa yang bertanggung jawab atas bobolnya tanggul itu. Semestinya kita tidak hanya pintar mencari penyebab ambruknya tanggul, tetapi juga piawai menemukan siapa yang paling bertanggung jawab kemudian menggiringnya ke meja hijau. Jangan menjadi kebiasaan sebuah tragedi berlalu tanpa ada yang bertanggung jawab, karena pasti ini bukan bencana alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar2 :&lt;br /&gt;Miris!&lt;br /&gt;Bukan main! Ternyata mudah sekali untuk mensabotase ibukota negara ya. Perlu pimpinan yg mampu membuat Jakarta bebas dari sabotase, mulai dari kebutuhan pokok seperti air, listrik, sarana jalan dll. Apa jadinya kalau ada teroris yg melakukan pengrusakan di titik2 vital seperti itu? jakarta lgs lumpuh. Ini baru air, ke depan nanti apa lagi? Jadi pastikan pimpinan ke depan yg punya pemikiran jauh ke masa depan.&lt;br /&gt;dikomentari oleh: Dewono - tanggal: 03-09-2011 07:28:18 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah Biasa&lt;br /&gt;Hal ini sudah biasa terjadi di Indonesia, nilai proyek dipotong masuk kantong oknum penentu kebijakan, kalau tidak begitu kontraktor tidak dapat proyek. Tragisnya pemberian angpao tersebut tanpa kwitansi, ya akhirnya yang dikorbankan proyeknya seharus berumur 100 tahun baru 40 tahun jebol, akhirnya mereka saling menyalahkan...............ala Mak yang sakit kontraktornya.&lt;br /&gt;dikomentari oleh: Erwanto Trustiadi - tanggal: 03-09-2011 07:10:32 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara OMDO....&lt;br /&gt;ndak usah heran,sudah biasa dan kita Indonesia sedang menuju NEGARA GAGAL DAN HANCUR...optimisme Pak SBY itulah khas pemimpin OMDO.....&lt;br /&gt;dikomentari oleh: anthony - tanggal: 03-09-2011 06:37:32 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MARI KITA DEFINISIKAN ARTI KORUPSI&lt;br /&gt;Dinegeri ini tiap detik kita pasti bisa mendengar teriakan anti korupsi dan tekad bulat membasminya .Inilah koloni masyarakat yang PALING ANTI KORUPSI DIDUNIA.Ironisnya praktek korupsinya sendiri SEBENARNYA SEMAKIN MENJADI-MENJADI........MENGAPA? Karena tafsir akan korupsi sendiri memang masih tidak sama.Kalau dilakukan orang lain, namanya korupsi , tapi bila teman atau diri sendiri yang melakukannya maka itu namanya Rezeki&lt;br /&gt;dikomentari oleh: Bungdamai - tanggal: 03-09-2011 06:30:39 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada rupa ada harga?&lt;br /&gt;Tapi pemeo ini sudah tidak berlaku di Indonesia diganti ada harga tapi rupa tetep jelek karena tidak jujur waktu menilai saat serah terima proyek. Biasanya kalau proyek kurang kuat ya rawatnya yang harus ditingkatkan. Di Indonesia rawat juga tidak ditingkatkan karena biaya rawat (maintanance) dikorup.&lt;br /&gt;dikomentari oleh: sambodhosumani - tanggal: 03-09-2011 05:25:12 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan ada tempat menymai ketidak jujuran.&lt;br /&gt;Jebolnya dam tidak kali ini saja, masih ingat Situ Gintung waktu itu juga ada yang bilang untung tidak ada kurban jiwa. Dengan kasus Buaran ini terungkap bahwa manusia Indonesia tidak kapok2: Tidak jujur, karena lalai, karena apa lagi. Harus meningkatkan kejujuran, ternyata untuk jujur juga harus teliti, tidak asal-asalan, hari Id dibiarkan ada dua, walaupun sepele (mungkin) bisa menyebabkan petaka, jangan jadikan UN (ujian negara) jadi tempat menyemai ketidak jujuran dsbnya&lt;br /&gt;dikomentari oleh: sambodhosumani - tanggal: 03-09-2011 05:14:19 WIB&lt;br /&gt;Pejabat bergelimang 'air'&lt;br /&gt;Pejabat bergelimang air, rakyat musti berebut &amp;amp; antri air.... Beginikah negeri ini diurus?&lt;br /&gt;dikomentari oleh: JZ - tanggal: 03-09-2011 05:04:57 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gara-gara Komisi&lt;br /&gt;Pemenang tender proyek adalah kontraktor yg berani mengajukan harga tawaran terendah,berani kasih komisi lalu dikurangi dgn keuntungan kontraktor sama dengan mutu proyek yg rendah.&lt;br /&gt;dikomentari oleh: nahop - tanggal: 03-09-2011 04:29:09 WIB&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706445012300334527-6411292512541044498?l=civilengineerbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/feeds/6411292512541044498/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2011/09/menjebol-mutu-proyek.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/6411292512541044498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/6411292512541044498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2011/09/menjebol-mutu-proyek.html' title='MENJEBOL MUTU PROYEK'/><author><name>Civil Engineer Bali</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ssa8snM7OmI/AAAAAAAAAB0/4O9yFlHsRz8/S220/IKKFB+small.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ybWWXMf48KM/TnHblHbOgSI/AAAAAAAAAJM/Vmejp3z_9fI/s72-c/jebol2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706445012300334527.post-1318737474970047112</id><published>2011-05-15T17:12:00.001+08:00</published><updated>2011-09-15T19:00:07.460+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='billingrate'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konsultan konstruksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='civil engineer'/><title type='text'>ENGINEER 5/7</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-6OyxjWDljkA/Tc-YXvaTQvI/AAAAAAAAAIY/Y_yRczEg0xw/s1600/helmproyek.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="171" src="http://2.bp.blogspot.com/-6OyxjWDljkA/Tc-YXvaTQvI/AAAAAAAAAIY/Y_yRczEg0xw/s320/helmproyek.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika pertama kali mendengar istilah &lt;i&gt;engineer&lt;/i&gt; 5/7, saya sempat bingung apa maksudnya. Mau bertanya ke orang yang mengucapkan istilah tersebut, rasanya kok masih malu-malu. Selama berpikir apa maksudnya dan menghubungkannya dengan topik yang sedang kita bahas, akhirnya seorang teman mengeluh bahwa selama ini dia hanya bekerja selama 5 bulan dalam setahun. Sisanya 7 bulan dalam setahun lebih banyak menganggur dan menunggu proyek berikutnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang saya paham, yang dimaksud&lt;i&gt; engineer&lt;/i&gt; 5/7 adalah sarjana yang hanya bekerja selama 5 bulan dalam setahun dan sisanya (7 bulan) menganggur. Proyek-proyek pemerintah memang waktu pelaksanaannya pendek, antara 3 bulan sampai 8 bulan untuk proyek APBD dan APBN. Proyek-proyek multiyears jarang ada dan bisa dihitung dengan jari jumlahnya. Istilah &lt;i&gt;engineer&lt;/i&gt; 5/7 lebih banyak untuk menggambarkan sarjana-sarjana teknik sipil yang bergerak dibidang jasa &lt;i&gt;konsultan supervisi&lt;/i&gt;. Karena bidang supervisi  yang paling banyak menyerap sarjana teknik sipil. &lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Penyedia jasa dalam bidang konsultansi, terutama yang bergerak diwilayah lokal biasanya tidak mempunyai tenaga tetap yang mencukupi. Banyak pertimbangan, salah satunya barangkali karena mereka tidak sanggup menghidupi engineer secara permanen karena belum tentu terus-terusan mendapat proyek. Jalan pintasnya memang dengan cara memakai tenaga kontrak yang hanya dipekerjakan selama proyek berlangsung, Setelah proyek selesai, penyedia jasa dan engineer putus hubungan. Engineerpun menganggur, dan penyedia jasa tidak punya tanggungan apa-apa lagi. Yang untung tentu penyedia jasa, yang buntung para &lt;i&gt;engineer&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Penyedia jasa sudah pasti untung, tidak ada (belum ada) dalam kamus perusahaan konsultan rugi. Biaya yang dikeluarkan perusahaan konsultan biasanya hampir pasti, beda dengan perusahaan kontraktor yang resikonya bisa rugi. Perusahaan konsultan mencari untung dari selisih &lt;b&gt;&lt;i&gt;billing rate&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dengan sallary para engineer. Perusahaan akan membuat kontrak dengan para &lt;i&gt;engineer&lt;/i&gt; dengan waktu sesuai man month dalam kontrak konsultan dengan pengguna jasa. Kadang-kadang ada perusahaan nakal yang hanya mempekerjakan &lt;i&gt;engineer&lt;/i&gt; kurang dari man month yang dibayar pemerintah.  Perusahaan pun tambah untung, yang buntung tetap para engineer....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Berapa sallary yang dibayar penyedia jasa untuk para engineer? Ironis, hanya 30 sampai 40 % dari billing rate. Seumpama penyedia jasa dibayar 100 oleh pengguna jasa (pemerintah) untuk 1 manmonth engineer, maka engineer hanya dibayar 40 oleh perusahaan. Yang 60% sisanya kemana? Tentu saja sisanya sebagian menjadi keuntungan perusahaan, sebagian lagi katanya menguap tidak berbekas. Engineer yang menjadi ujung tombak perusahaan tetap kere....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Kondisi ini sudah berlangsung sejak lama tanpa perubahan yang signifikan. Banyak faktor penyebabnya. Birokrat yang sebagian masih korup menyebabkan banyak biaya yang menguap. Perusahaan juga banyak yang mendapat proyek dengan cara-cara yang tidak etis (baca : kolusi) yang menyebabkan sebagian uang menguap. Para&lt;i&gt; engineer&lt;/i&gt; juga sebagian sudah mulai pragmatis dan tidak profesional, yang penting asap dapur mengepul apapun dikerjakan. Jumlah sarjana teknik sipil yang overload juga menjadi penyebab semakin murahnya harga engineer. Perguruan tinggi harus ikut memikirkan hal ini. Jangan sekedar mencetak sarjana tanpa mutu. Kenyataannya saat ini memang banyak sarjana teknik abal-abal, buktinya banyak sarjana teknik sipil yang tidak mengetahui prinsip-prinsip dasar teknik sipil. Penulis pernah bertemu sarjana teknik sipil yang tidak memahami gambar penulangan konstruksi beton..... &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706445012300334527-1318737474970047112?l=civilengineerbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/feeds/1318737474970047112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2011/05/engineer-57.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/1318737474970047112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/1318737474970047112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2011/05/engineer-57.html' title='ENGINEER 5/7'/><author><name>Civil Engineer Bali</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ssa8snM7OmI/AAAAAAAAAB0/4O9yFlHsRz8/S220/IKKFB+small.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-6OyxjWDljkA/Tc-YXvaTQvI/AAAAAAAAAIY/Y_yRczEg0xw/s72-c/helmproyek.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706445012300334527.post-8109689836752529245</id><published>2011-04-19T21:58:00.000+08:00</published><updated>2011-04-19T21:58:02.122+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konstruksi beton'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='beton bertulang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='beton deking'/><title type='text'>BETON 'OSTEOPOROSIS'</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-7r8d1Qd_Xao/Ta2UrvN9beI/AAAAAAAAAIM/hoRoaSYk6xk/s1600/beton+osteoporosis1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="239" src="http://3.bp.blogspot.com/-7r8d1Qd_Xao/Ta2UrvN9beI/AAAAAAAAAIM/hoRoaSYk6xk/s320/beton+osteoporosis1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di dunia kesehatan, osteoporosis adalah penyakit tulang yang mempunyai sifat-sifat khas berupa massa tulang yang rendah, disertai mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat akhirnya menimbulkan kerapuhan tulang. Kepadatan tulang berkurang secara perlahan (terutama pada penderita osteoporosis senilis), sehingga pada awalnya osteoporosis tidak menimbulkan gejala. Beberapa penderita tidak memiliki gejala. Jika kepadatan tulang sangat berkurang sehingga tulang menjadi kolaps atau hancur, maka akan timbul nyeri tulang dan kelainan bentuk.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Di dunia konstruksi ada komponen bangunan yang disebut beton bertulang. Sama dengan tulang dalam tubuh manusia yang fungsinya sangat penting, maka fungsi tulang (biasa disebut tulangan) dalam beton adalah untuk memperkuat beton dalam menerima tegangan tarik. Apabila tidak ada tulangan maka beton tidak dapat dipakai sebagai balok dan kolom dalam struktur bangunan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ItrOblEQPzQ/Ta2U2K6uRbI/AAAAAAAAAIQ/AtwKGX1hK7c/s1600/beton+osteoporosis2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="239" src="http://3.bp.blogspot.com/-ItrOblEQPzQ/Ta2U2K6uRbI/AAAAAAAAAIQ/AtwKGX1hK7c/s320/beton+osteoporosis2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Apakah tulangan beton bisa berubah kekuatannya seperti halnya tulang dalam tubuh manusia? Tulangan (besi) beton bisa juga berubah massanya ketika besi mengalami karat yang pada akhirnya menimbulkan kerapuhan pada tulangan beton. Apabila selimut beton tidak mencukupi, perubahan massa besi (setelah berkarat) bisa menyebabkan retaknya beton dan selimut beton terkelupas. Tulangan mengalami karat bisa disebabkan karena kualitas beton tidak baik dan selimut beton tidak cukup tebal untuk menahan rembesan air. Kualitas beton yang tidak baik contohnya seperti beton tidak padat / keropos sehingga air dengan mudah menembus sampai ke besi beton. Padahal syarat beton bertulang haruslah dibuat dari campuran beton yang kedap air.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Selimut beton yang tidak cukup ketebalannya ikut mempercepat karatnya besi beton. Dalam SNI sudah dicantumkan dengan jelas ketebalan minimum selimut beton (deking beton) untuk berbagai kondisi dan type struktur. Untuk beton yang berhubungan dengan air tanah, selimut beton disyaratkan minimal 70 mm. Tapi kenyataannya, dalam pelaksanaan di lapangan banyak orang yang tidak peduli dan menganggap sepele ketebalan selimut beton. Jangankan orang awam, banyak sarjana teknik sipil yang mengabaikan ketebalan selimut beton. Lihat saja di banyak trotoar, pelat beton penutup saluran drainase banyak yang patah karena tebal selimut beton sangat kurang. Karena tebal selimut beton kurang, maka pembesiannya cepat karat dan kekuatan pelat beton menahan beban menjadi berkurang. Maka jangan heran, konstruksi beton pun bisa mengalami ‘osteoporosis’..... &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706445012300334527-8109689836752529245?l=civilengineerbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/feeds/8109689836752529245/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2011/04/beton-osteoporosis.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/8109689836752529245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/8109689836752529245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2011/04/beton-osteoporosis.html' title='BETON &apos;OSTEOPOROSIS&apos;'/><author><name>Civil Engineer Bali</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ssa8snM7OmI/AAAAAAAAAB0/4O9yFlHsRz8/S220/IKKFB+small.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-7r8d1Qd_Xao/Ta2UrvN9beI/AAAAAAAAAIM/hoRoaSYk6xk/s72-c/beton+osteoporosis1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706445012300334527.post-9181662222154882325</id><published>2011-04-18T04:41:00.000+08:00</published><updated>2011-04-18T04:41:59.119+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DSDP'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='limbah cair'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sewerage'/><title type='text'>DSDP KUTA DAN HOLIDAYS IN HELL</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-DVYF58s14II/TatQHTHc8XI/AAAAAAAAAIA/Y8zvI1XDFa0/s1600/dsdp+holidays+in+hell.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="239" src="http://1.bp.blogspot.com/-DVYF58s14II/TatQHTHc8XI/AAAAAAAAAIA/Y8zvI1XDFa0/s320/dsdp+holidays+in+hell.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Oleh : Nyoman Upadhana&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;(Tulisan ini sudah pernah dimuat di Harian Bali Post, Senin 11 April 2011)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa hari yang lalu ada berita  yang tiba-tiba muncul bagaikan sebuah bom, walaupun ledakannya tidak seperti Bom Bali I. Dan yang mengejutkan, berita tersebut ditulis oleh seorang wartawan dari sebuah media internasional (majalah TIME). Andrew Marshall, sang wartawan, menulis banyak tentang kondisi pariwisata Bali saat ini. Yang ditonjolkan lebih banyak sisi negatifnya. Judulnya pun menyeramkan “Holidays in Hell : Bali’s Ongoing Woes”&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Dalam tulisannya, Andrew membahas sejumlah masalah yang melilit Pulau Bali. Pulau yang menurut dia masih menjadi tujuan wisata internasional, bahkan dianggap negara lain di Indonesia. Namun, Andrew menilai, infrastruktur pulau kurang cepat mengantisipasi perubahan pariwisata Bali. Andrew membuka tulisannya dengan kotornya pantai Kuta, salah satu lokasi wisata paling ramai di Bali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Musim hujan yang cukup deras di Bali membuat sungai meluap. Alhasil sampah-sampah yang ada di sungai terbawa ke laut. Termasuk kotoran manusia. Sampah-sampah itu lantas berakhir di Pantai Kuta. Ini membuat awal Maret lalu otoritas Pantai Kuta melarang turis berenang di pantai tersebut lebih dari 30 menit. Khawatir terkena infeksi kulit. Selain masalah polusi di pantai, lanjut Marshall, Bali juga mengalami problem kekurangan air, listrik mati hidup, sampah yang berserakan, drainase, hingga kemacetan serta kriminalitas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-2BuOFMN6pQo/TatQTT5w4AI/AAAAAAAAAIE/RT_-rgupqyY/s1600/pantai+kuta1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="235" src="http://4.bp.blogspot.com/-2BuOFMN6pQo/TatQTT5w4AI/AAAAAAAAAIE/RT_-rgupqyY/s320/pantai+kuta1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Beberapa hal yang ditulis oleh Andrew memang ada benarnya. Sampah yang berserakan di pantai kuta, yang dibawa oleh arus laut, tidak begitu cepat diatasi oleh pemerintah atau pengelola pantai dan dibiarkan menjadi onggokan sampah selama beberapa hari. Kondisi ini sudah terjadi berulang-ulang, sudah tentu tidak enak dipandang mata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perihal drainase di wilayah Kuta juga memang sangat memprihatinkan. Walaupun tahun 2004 sudah digelontorkan miliaran rupiah untuk perbaikan drainase, namun tetap saja bermasalah sampai saat ini. Hal ini disebabkan karena perbaikan drainase tidak berkelanjutan. Setelah proyek drainase tahun 2004 yang dianggap bermasalah oleh sebagian masyarakat, tidak ada lagi kelanjutan perbaikan drainase. Padahal untuk jalan Legian, drainase sisi timur sampai saat ini belum pernah tersentuh untuk diperbaiki.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Justru yang ditangani oleh pemerintah daerah hanya yang nampak dipermukaan saja, seperti perbaikan trotoar dengan batu granit dan pembuatan tembok penyengker sepanjang pantai kuta. Padahal yang memprihatinkan justru hal-hal yang tidak kelihatan, seperti kondisi air tanah yang mungkin sudah tercemar dan drainase yang penuh limbah padat dan limbah cair.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Masih banyak restoran dan hotel di Kuta yang membuang limbah ke drainase, dan banyak juga masyarakat mengalirkan limbah rumah tangganya ke saluran drainase. Padahal fungsi drainase sebenarnya hanya untuk mengalirkan air hujan. Tapi kenyataannya, banyak pipa pembuangan yang masuk ke drainase. Hal ini sudah berlangsung sejak lama, pemerintah kelihatannya tidak bisa mengatasi karena memang fasilitas untuk pengaliran air limbah belum siap. Alhasil, limbah cair pun tetap mengalir ke drainase kemudian masuk ke sungai dan akhirnya sampai ke laut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sejak tahun 2004 sebenarnya sudah ada rencana untuk pengerjaan proyek air limbah di daerah Kuta. Nama proyeknya DSDP (&lt;i&gt;&lt;b&gt;Denpasar Sewerage Development Project&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;), satu paket dengan proyek serupa di wilayah Sanur. Tetapi karena masyarakat Kuta menolak dengan alasan trauma tehadap proyek drainase sebelumnya, akhirnya proyek dipindah ke wilayah Seminyak atas permintaan masyarakat seminyak sendiri. Dengan pendekatan yang baik, akhirnya masyarakat Legian juga menerima proyek tersebut. Sejak tahun 2008, wilayah Seminyak dan Legian sudah dapat menikmati layanan pengelolaan air limbah, sedangkan wilayah Kuta belum terlayani. Dengan sudah berfungsinya jaringan pipa air limbah di wilayah Seminyak dan Legian, seharusnya tidak ada lagi masyarakat, hotel maupun restoran yang membuang limbah cairnya ke saluran drainase.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-FOLLR8xV3n8/TatQiY4JjqI/AAAAAAAAAII/jFtlSawt9jY/s1600/jacking1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="241" src="http://4.bp.blogspot.com/-FOLLR8xV3n8/TatQiY4JjqI/AAAAAAAAAII/jFtlSawt9jY/s320/jacking1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Pentingnya pengelolaan air limbah untuk kesehatan lingkungan, apalagi Kuta merupakan daerah tujuan wisata paling ramai, akhirnya membuat masyarakat Kuta memohon agar proyek tersebut dilaksanakan juga di wilayahnya. Akhirnya pada awal 2010, pelaksanaan konstruksi untuk proyek &lt;i&gt;&lt;b&gt;Denpasar Sewerage Development Project (DSDP Tahap II)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; mulai dilaksanakan. Pemasangan jaringan pipa induknya sebagian besar dilaksanakan dengan metode jacking. Hal ini disebabkan karena jalan di wilayah kuta tidak begitu lebar dan kondisi tanahnya yang berpasir menyulitkan pemasangan pipa dengan sistim open trench (galian terbuka).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Proyek &lt;i&gt;&lt;b&gt;DSDP Tahap II&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; di Kuta dikerjakan oleh kontraktor TOA-TOKURA-PP JO, joint operation antara kontraktor Jepang (TOA-TOKURA) dan BUMN (PT.PP). Kontrak dimulai sejak akhir 2009 dan diharapkan selesai awal 2012. Selama pelaksanaan yang sudah berjalan setahun lebih, hampir tidak ada komplin dari masyarakat asli Kuta. Ini disebabkan karena kontraktor cepat tanggap dalam menyelesaikan permasalahan, sekecil apapun permasalahannya. Kontraktor sangat profesional dan mengutamakan safety dan kualitas dalam bekerja, didukung dengan peralatan dan personil yang lengkap. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Komplin selama ini lebih banyak datang dari sopir taksi, yang merasa terganggu dengan adanya proyek. Padahal sebenarnya tidak ada proyekpun, Kuta memang macet. Sepertinya untuk wilayah sekecil Kuta, jumlah taksi sudah sangat banyak, yang otomatis sebenarnya sebagai penyumbang kemacetan. Coba saja perhatikan, sopir taksi seenaknya berhenti mengambil atau menurunkan penumpang, seakan tidak peduli dengan kendaraan lain dibelakangnya. Sopir taksi tidak (mau) tahu, bahwa sebenarnya tujuan proyek DSDP adalah untuk menyehatkan lingkungan sehingga wisatawan bisa dengan nyaman berwisata di Kuta Diharapkan wisatawan semakin bertambah dengan adanya lingkungan yang bersih, yang pada akhirnya dapat menyambung hidup mereka juga (sopir taksi).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebaliknya, wisatawan asing justru mengacungkan jempol ketika melihat pekerja sibuk siang malam memasang pipa jaringan air limbah. Mereka memang sudah lebih dahulu memahami pentingnya pengelolaan air limbah yang baik. Banyak wisatawan asing yang senang pemerintah sudah mulai menangani air limbah, mereka berharap beberapa tahun ke depan wilayah Kuta semakin bersih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Proyek DSDP hanya merupakan satu penanganan masalah dari banyak masalah yang dikeluhkan oleh wartawan TIME. Masalah yang diatasi oleh DSDP hanya masalah limbah cair. Dengan berfungsinya jaringan air limbah di wilayah Kuta, nantinya diharapkan masyarakat, pihak hotel dan restoran tidak lagi membuang limbah ke saluran drainase. Dengan demikian kualitas air tanah menjadi meningkat dan kondisi air laut di pantai Kuta menjadi bersih. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Permasalahan yang lain, seperti sampah padat, kemacetan, kriminalitas, listrik, air, dan fasilitas publik tetap harus dicarikan solusi oleh pemerintah daerah dengan tindakan cepat dan nyata sehingga Kuta dan sekitarnya tetap menjadi tujuan wisata baik wisatawan lokal maupun internasional.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706445012300334527-9181662222154882325?l=civilengineerbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/feeds/9181662222154882325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2011/04/dsdp-kuta-dan-holidays-in-hell.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/9181662222154882325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/9181662222154882325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2011/04/dsdp-kuta-dan-holidays-in-hell.html' title='DSDP KUTA DAN HOLIDAYS IN HELL'/><author><name>Civil Engineer Bali</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ssa8snM7OmI/AAAAAAAAAB0/4O9yFlHsRz8/S220/IKKFB+small.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-DVYF58s14II/TatQHTHc8XI/AAAAAAAAAIA/Y8zvI1XDFa0/s72-c/dsdp+holidays+in+hell.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706445012300334527.post-2290332460503739662</id><published>2011-04-01T19:43:00.000+08:00</published><updated>2011-04-01T19:43:07.811+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konstruksi Tahan Gempa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bangunan Tahan Gempa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gempa Jepang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Standar Kobe'/><title type='text'>Standar Kobe Perkokoh Sendai</title><content type='html'>Sendai menjadi contoh kota yang relatif kokoh terkena guncangan gempa besar dan tsunami. Meski terdekat dengan pusat gempa berskala 9 skala Richter, tak ada satu pun gedung bertingkat di kota ini yang rusak parah apalagi runtuh. Kuncinya adalah penerapan peta Bahaya dan Standar Kekuatan Bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekokohan kota Sendai— ibu kota Prefektur Miyagi—yang berjarak 130 kilometer sebelah barat episentrum, teruji ketika menanggung guncangan dahsyat, Jumat (11/3). Gempa Miyagi merupakan yang terbesar sejak Jepang mulai merekam fenomena geologi sejak 140 tahun lalu. Gempa diikuti tsunami setinggi 10 meter, yang menerjang hingga 8 km dari garis pantai.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan gedung di Sendai, kota yang memiliki kepadatan 1.300 orang per km persegi, memang menonjol. Tak ada gedung bertingkat yang dilaporkan roboh. Padahal, tiga gedung di Kurihara, kota lain di Prefektur Miyagi, runtuh. Banyak pula gedung bernasib sama di Fukushima dan di Chiba, ibu kota Narita.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Goyangan tanah yang menerjang Pulau Honshu itu muncul sebagai efek dari desakan Lempeng Pasifik terhadap Lempeng Eurasia yang menjadi tempat tumpuan pulau itu dan kota Sendai, yang dikenal dengan nama kota hutan (mori no miyako) karena banyaknya pepohonan. Kota ini luasnya 788.09 km persegi, membentang dari pesisir yang menghadap Samudra Pasifik hingga ke Pegunungan Ou.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kunci kekuatan gedung di kota berpenduduk lebih dari 1 juta orang itu, salah satunya, berkat penerapan standar ketahanan gedung terhadap gempa.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Semula Sendai tergolong kota yang rapuh. Kota ini pernah hancur diguncang gempa berkekuatan 7,4 SR pada 12 Juni 1978. Gempa itu menyebabkan runtuhnya sekitar 4.400 bangunan dan 86.000 bangunan lain mengalami kerusakan parsial. Meski begitu, korban yang meninggal dan terluka relatif kecil, yaitu 1.016 orang.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Standar Kobe&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Penguatan bangunan, terutama gedung bertingkat, di Sendai menggunakan standar kekuatan gedung terbitan tahun 1996, yaitu peraturan untuk seluruh Jepang yang diberlakukan setahun setelah gempa yang memorakporandakan kota Kobe.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gempa tektonik Hanshin- Awaji pada 17 Januari 1995 itu berepisentrum di utara Pulau Awaji di bagian selatan Prefektur Hyogo. Gempa disebabkan tiga lempeng benua, yaitu Filipina, Pasifik, dan Eurasia. Gempa menimbulkan kerusakan pada Kobe yang berjarak sekitar 20 km dari pusat gempa.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gempa menelan korban 6.433 orang, sebagian besar merupakan penduduk kota Kobe. Gempa ini merupakan gempa terburuk di Jepang setelah gempa besar Kanto pada 1 September 1923 yang menewaskan lebih dari 140.000 orang di Tokyo, kota kedua terpadat di dunia.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada gempa Kobe, 250.000 bangunan rumah rusak dan sekitar 460.000 keluarga kehilangan tempat tinggal. Bencana itu memukul ekonomi Jepang. Total kerugian akibat gempa Kobe 10 triliun yen atau 2,5 persen dari PDB Jepang saat itu.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-mJVLSIVgrbE/TZW6KOBS_yI/AAAAAAAAAH8/rpcch9LRrWY/s1600/standar+kobe+-+bantalan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="289" src="http://3.bp.blogspot.com/-mJVLSIVgrbE/TZW6KOBS_yI/AAAAAAAAAH8/rpcch9LRrWY/s320/standar+kobe+-+bantalan.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Standar baru yang diberlakukan secara nasional lebih kuat dua kali lipat dibandingkan standar sebelum gempa Kobe. Penetapan standar mengacu pada evaluasi gedung-gedung yang hancur akibat gempa berepisentrum dangkal itu.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pembangunan Sendai mengacu pada kota Riverside di California, Amerika Serikat, sebagai sister city. Kedua kota itu memiliki kesamaan ancaman gempa tektonik bersumber dari Lempeng Samudra Pasifik.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Standar bangunan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Standar bangunan untuk penguatan struktur bangunan bertingkat dua ke atas disusun dengan mengacu pada Peta Bahaya (hazard) percepatan pergerakan tanah di batuan dasar akibat energi gempa.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tiap lokasi memiliki percepatan pergerakan tanah, tergantung struktur lapisan batuan, keberadaan patahan dan sesar mikro di daerah itu, serta jarak dan posisinya terhadap zona subduksi, kata Mulyo Harris Pradono, pakar bangunan tahan gempa, yang juga Kepala Teknik Program Teknologi Pengurangan Risiko Bencana Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Semua gedung bertingkat yang berada di daerah rawan gempa harus memiliki tiang pancang yang bertumpu hingga ke batuan dasar, agar kokoh bila terguncang gempa.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perancangan kekuatan struktur gedung harus melihat sumber gempa dan masa gedung. Sisi bangunan yang berhadapan langsung dengan sumber gempa harus lebih kuat dibandingkan dengan sisi lain.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pengamanan gedung dapat dilakukan dengan memasang isolator berupa bahan karet di bagian dasar gedung dan sistem peredam kejut, kata Mulyo, yang menamatkan doktor dari Kyoto University di bidang struktur tahan gempa.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sumber : Kompas, 23 Maret 2011&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706445012300334527-2290332460503739662?l=civilengineerbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/feeds/2290332460503739662/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2011/04/standar-kobe-perkokoh-sendai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/2290332460503739662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/2290332460503739662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2011/04/standar-kobe-perkokoh-sendai.html' title='Standar Kobe Perkokoh Sendai'/><author><name>Civil Engineer Bali</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ssa8snM7OmI/AAAAAAAAAB0/4O9yFlHsRz8/S220/IKKFB+small.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-mJVLSIVgrbE/TZW6KOBS_yI/AAAAAAAAAH8/rpcch9LRrWY/s72-c/standar+kobe+-+bantalan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706445012300334527.post-5651354042702130241</id><published>2011-03-01T22:51:00.003+08:00</published><updated>2011-03-03T04:27:39.519+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='burj dubai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='burj khalifa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='skyscraper'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pencakar langit'/><title type='text'>Skyscraper : BURJ DUBAI ATAU BURJ KHALIFA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-V8SjKiczj6Q/TW0GhJgZRwI/AAAAAAAAAHc/dc6yPznLqTQ/s1600/burj+dubai+2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="249" src="https://lh3.googleusercontent.com/-V8SjKiczj6Q/TW0GhJgZRwI/AAAAAAAAAHc/dc6yPznLqTQ/s320/burj+dubai+2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Burj Khalifa&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yang dikenal sebagai &lt;b&gt;&lt;i&gt;Burj Dubai&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, adalah gedung pencakar langit (skyscraper) terletak di Dubai, Uni Emirat Arab, dan sekarang sebagai gedung buatan manusia tertinggi di dunia dengan ketinggian 828 meter (2,717 ft). Konstruksinya dimulai sejak 21 September 2004, dan selesai termasuk eksteriornya pada tanggal 1 Oktober 2009.  &lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Arsitektur dan engineeringnya dikerjakan oleh Skidmore, Owings, and Merril dari Chicago, dengan kepala arsiteknya Adrian Smith dan Bill Baker sebagai chief &lt;i&gt;structural engineer&lt;/i&gt;. Kontraktor utamanya adalah Samsung C&amp;amp;T Korea Selatan. Total biaya pembangunannya sekitar US $1.5 milyar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Burj Khalifa&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; adalah bangunan tertinggi di dunia yang pernah dibuat oleh manusia. Dimulai dari melewati ketinggian Taipei 101 sebagai bangunan tertinggi di dunia pada 21 Juli 2007. Pada tanggal 12 September 2007, Burj Khalifa berhasil melewati ketinggian CN Tower sebagai struktur bebas (tanpa penyangga) tertinggi di dunia dan pada tanggal 7 April 2008 struktur tertinggi di dunia dari Menara KVLY-TV yang berada di Blanchard, North Dakota, Amerika Serikat berhasil dilewati. Struktur tertinggi yang pernah dibuat oleh manusia, Menara Radio Warsawa 645,4 m (2.120 kaki) dibuat pada 1974 (namun runtuh pada saat renovasi pada 1991) berhasil dilewati pada 1 September 2008&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-7Zy0gEl7idA/TW6mi7ADEAI/AAAAAAAAAHo/LUYt1ClWs1w/s1600/888f9c42816b56d3c4428a728fdbeb9d-orig.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="https://lh5.googleusercontent.com/-7Zy0gEl7idA/TW6mi7ADEAI/AAAAAAAAAHo/LUYt1ClWs1w/s320/888f9c42816b56d3c4428a728fdbeb9d-orig.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Konstruksi Burj Khalifa&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Burj Khalifa&lt;/b&gt; ini dibangun oleh Perusahaan Korea Selatan, Samsung Engineering &amp;amp; Construction, yang juga mengerjakan Menara Kembar Petronas dan Menara Taipei 101. Samsung Engineering &amp;amp; Construction membangun Burj Khalifa bersama-sama (joint operation) dengan Besix dari  Negeri Belgia dan Arabtec dari UAE.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di bawah hukum UAE, Kontraktor dan Engingeer, Hyder Consulting, bersama-sama bertanggungjawab untuk pembangunan Burj Khalifa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Struktur utama &lt;b&gt;&lt;i&gt;Burj Khalifa&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dibuat dari beton bertulang. Lebih dari 45,000 m3 beton digunakan, dengan berat lebih dari 110,000 ton untuk sistem pondasinya. Pondasi menggunakan pile cap yang didukung dengan 192 tiang (piles), dengan diameter tiang sebesar 1.5 meter dengan kedalaman lebih dari 50 meter. Konstruksi Burj Khalifa menggunakan 330.000 m3 beton dan 55.000 ton besi beton. Pelaksanaan konstruksinya menghabiskan  22 juta jam kerja (man-hours) Pada pondasi digunakan beton mutu tinggi dengan permeability yang rendah. Sistem cathodic protection  digunakan untuk menghindari korosi besi beton dari pengaruh air tanah.  Pada bulan Mei 2008 beton yang dapat dipompa sampai ketinggian 606  meter (lantai 156) telah mencapai rekor dunia. Untuk mencapai ketinggian tersebut digunakan concrete pump khusus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konsistensi beton yang digunakan pada proyek ini sangatlah penting. Sangatlah sulit menciptakan beton yang dapat dialirkan sampai ketinggian 600 meter dan juga harus dapat menyesuaikan dengan temperatur udara tinggi ( dapat mencapai 50 derajat Celcius ). Untuk mengatasi kondisi ini, beton tidak dicor pada siang hari. Selama musim panas, pembuatan beton dilakukan dengan menambahkan es ke dalam campuran dan di cor pada malam hari, pada saat udara dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-language:EN-US;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:10.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-hansi-font-family:Calibri;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Data mengenai Burj Dubai&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1.&amp;nbsp; 1. Gedung ini mempunyai ketinggian lebih dari 800 meter dengan berat sekitar 110.000 ton dan tiang penyangga sebanyak 192 buah yang masuk ke dalam bumi sampai 50 meter.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Burj Dubai memiliki 160 lantai setara dengan 6 kali tinggi Monas. Di puncaknya terdapat suatu tempat observasi di mana kita bisa melihat seluruh daerah Dubai melalui teleskop canggih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3.&amp;nbsp; Burj Dubai mampu menampung lebih dari 12 ribu orang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4.&amp;nbsp; Area Burj Dubai memakan area lebih dari 1km persegi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp; 5. Konstruksi Burj Dubai di mulai pada bulan Maret 2005, dengan pembuatan pondasi sendiri memakan waktu 1 tahun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;6.&amp;nbsp;&amp;nbsp; 6.&amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;i&gt;Burj Dubai&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; menghabiskan dana lebih dari 1.5 miliar dollar Amerika &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;7. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Burj Dubai&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dilengkapi dengan 57 lift tercepat di dunia yang mencapai 64 km/jam. Gedung ini akan memiliki 1.044 apartemen, 49 lantai ruang kantor serta Hotel Giorgio Armani.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Untuk melihat video / animasi kontruksi, klik&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=yNfpwdLVZ4c"&gt; disini....&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706445012300334527-5651354042702130241?l=civilengineerbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/feeds/5651354042702130241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2011/03/skyscraper-burj-dubai-atau-burj-khalifa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/5651354042702130241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/5651354042702130241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2011/03/skyscraper-burj-dubai-atau-burj-khalifa.html' title='Skyscraper : BURJ DUBAI ATAU BURJ KHALIFA'/><author><name>Civil Engineer Bali</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ssa8snM7OmI/AAAAAAAAAB0/4O9yFlHsRz8/S220/IKKFB+small.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh3.googleusercontent.com/-V8SjKiczj6Q/TW0GhJgZRwI/AAAAAAAAAHc/dc6yPznLqTQ/s72-c/burj+dubai+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706445012300334527.post-423491201449950698</id><published>2011-02-22T04:36:00.006+08:00</published><updated>2011-04-21T14:37:05.151+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='undang-undang jasa konstruksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jaminan konstruksi'/><title type='text'>Masa Pemeliharaan dan Jaminan Konstruksi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-fcWqDL9vfaQ/TWLPLEDMBdI/AAAAAAAAAGU/WSpfej1qjGo/s1600/failed%2Bjoint.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5576247077610718674" src="http://1.bp.blogspot.com/-fcWqDL9vfaQ/TWLPLEDMBdI/AAAAAAAAAGU/WSpfej1qjGo/s400/failed%2Bjoint.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 384px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 387px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam setiap proyek sudah umum dicantumkan masa pemeliharaan yang tanggungjawabnya dibebankan kepada penyedia jasa, dengan jangka waktu mulai dari tiga bulan hingga satu tahun, biasanya tergantung nilai proyek dan dicantumkan dalam klausul kontrak. Dalam masa pemeliharaan penyedia jasa wajib memantau hasil kerjanya, dan menjaga (memelihara) agar tidak terjadi kerusakan-kerusakan. Apabila terjadi kerusakan bangunan yang disebabkan  karena kualitas yang tidak sesuai spesifikasi teknik maka semua biaya perbaikan ditanggung oleh penyedia jasa. Masa pemeliharaan sebagaimana tercantum dalam kontrak bukanlah waktu untuk menyelesaikan sisa-sisa pekerjaan, melainkan untuk pemeliharaan pekerjaan yang sudah 100 persen selesai dan telah dilakukan serah terima pertama pekerjaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tanggungjawab penyedia jasa tidak berhenti setelah masa pemeliharaan habis, tetapi tetap dibebani tanggungjawab dalam waktu tertentu sesuai dengan klausul kontrak (biasanya dicantumkan dalam pasal kegagalan bangunan). Tanggungjawab ini disebut &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;jaminan konstruksi&lt;/span&gt;. Dalam &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Undang-undang Jasa Konstruksi&lt;/span&gt; No. 18 tahun 1999 pada Bab Vi Pasal 25 ayat (2) disebutkan kegagalan bangunan yang menjadi tanggung jawab penyedia jasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan terhitung sejak penyerahan akhir pekerjaan konstruksi dan paling lama 10 (sepuluh) tahun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yang dimaksud penyedia jasa dalam hal ini adalah kontraktor dan konsultan (perencana dan pengawas). Kegagalan bangunan yang disebabkan bukan karena keadaan force majeur bisa menjadi tanggungjawab kontraktor maupun konsultan. Kegagalan bangunan sebagaimana dimaksud dalam UUJK ditetapkan oleh pihak ketiga selaku penilai ahli. Kegagalan bangunan bisa terjadi akibat kesalahan perencanaan maupun kesalahan dalam pelaksanaan serta pengawasan. Sesuai pasal 43 &lt;span style="font-style: italic;"&gt;UUJK No. 18 Tahun 1999&lt;/span&gt;, maka pihak penyedia jasa yang melakukan kesalahan dan mengakibatkan terjadinya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kegagalan bangunan&lt;/span&gt; bisa dikenai pidana maksimal 5 tahun atau denda maksimal 10 persen (bagi perencana) dan 5 persen (bagi pelaksana/pemborong) dari nilai kontrak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Oleh karena beratnya tanggungjawab sesuai ketentuan undang-undang, disarankan kepada penyedia jasa untuk berhati-hati dalam proses tender maupun dalam proses perencanaan, pelaksanaan serta pengawasan. Perencanaan yang salah, pelaksanaan yang salah dan pengawasan yang salah dapat menyebabkan terjadinya kegagalan bangunan dan berakibat sanksi pidana atau denda. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Undang-undang Jasa Konstruksi&lt;/span&gt; berlaku baik untuk proyek pemerintah maupun proyek swasta, dan berlaku bagi usaha orang-perorangan maupun badan usaha.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam proses tender, pemilik proyek yang diwakili oleh panitia tender harus menekankan pentingnya jaminan konstruksi. Hal ini dimaksudkan supaya peserta tender berhati-hati dalam melakukan penawaran, tidak asal memenangkan tender saja. Peserta tender harus diingatkan bahwa tanggungjawab kontraktor tidak hanya sampai masa pemeliharaan berakhir tetapi sampai maksimal 10 tahun setelahnya. Selama ini yang sering terjadi adalah penyedia jasa tidak pernah dibebani tanggungjawab perbaikan suatu pekerjaan yang rusak setelah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;masa pemeliharaan&lt;/span&gt; berakhir. Padahal banyak pekerjaan yang rusak akibat kualitas yang tidak baik, atau kualitasnya hanya bertahan sampai masa pemeliharaan berakhir. Biasanya pemerintah akan mengeluarkan biaya lagi untuk perbaikan, bukannya meminta pertanggungjawaban penyedia jasa. Hal ini tentu menyebabkan terjadinya ekonomi biaya tinggi. Kejadian seperti ini sudah sering terjadi, dan dibiarkan. Atau semua pihak pura-pura tidak mengetahui perihal &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;jaminan konstruksi&lt;/span&gt;? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706445012300334527-423491201449950698?l=civilengineerbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/feeds/423491201449950698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2011/02/masa-pemeliharaan-dan-jaminan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/423491201449950698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/423491201449950698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2011/02/masa-pemeliharaan-dan-jaminan.html' title='Masa Pemeliharaan dan Jaminan Konstruksi'/><author><name>Civil Engineer Bali</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ssa8snM7OmI/AAAAAAAAAB0/4O9yFlHsRz8/S220/IKKFB+small.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-fcWqDL9vfaQ/TWLPLEDMBdI/AAAAAAAAAGU/WSpfej1qjGo/s72-c/failed%2Bjoint.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706445012300334527.post-7946643199643516757</id><published>2011-02-16T11:16:00.008+08:00</published><updated>2011-04-21T14:38:04.092+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bendungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bangunan air'/><title type='text'>BENDUNGAN BELANDA</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-kwwvM6HBVnI/TVtCPSDPoAI/AAAAAAAAAGM/tBpULNjOEqI/s1600/bendungan%2Bbelanda.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574121794112036866" src="http://2.bp.blogspot.com/-kwwvM6HBVnI/TVtCPSDPoAI/AAAAAAAAAGM/tBpULNjOEqI/s400/bendungan%2Bbelanda.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 225px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 298px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;&lt;span style="color: #3333ff; font-weight: bold;"&gt;BELANDA PUN MEMBENDUNG LAUT&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Zeeland, provinsi di ujung selatan Belanda, 1 Februari 1953. Musim dingin masih berlangsung ketika malam itu Laut Utara mengamuk dan mengirim badai. Gelombang setinggi 30 meter mengempas pantai, menghancurkan tanggul-tanggul. Air yang hampir membeku menerjang kota, menewaskan 1.835 orang dan memaksa 110.000 warga mengungsi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tanah yang sama, 55 tahun kemudian. Laut Utara masih sesekali mengirim badai. Daratan di Belanda bagian selatan itu masih tetap lebih rendah daripada laut. Bahkan, perbedaan ketinggian muka daratan dibandingkan laut terus bertambah sebagai dampak pemanasan global. Tetapi, jumlah warga yang tinggal di Zeeland makin banyak.&lt;br /&gt;”Warga merasa aman tinggal di kawasan itu. Proyek Delta Plan telah membentengi daratan dari ancaman Laut Utara,” kata Roy Neijland, Project Officer Netherlands Water Partnership (NWP). Roy tidak membual. Setelah bencana banjir besar tahun 1953 itu, Belanda berjuang keras memenangi pertarungan melawan alam. Tiga belas bendungan raksasa dibangun secara bertahap selama 39 tahun. Bendungan pertama selesai dibangun pada 1958 di Sungai The Hollandse Ijssel, sebelah timur Rotterdam. Kemudian dibangun bendungan The Ooster Dam (The Oosterschelde Stormvloedkering), yang panjangnya hampir mencapai 11 kilometer. Bendungan ini membentengi seluruh daratan Zeeland yang langsung berhadapan dengan bagian Laut Utara. Dan, bendungan terakhir yang selesai dibangun adalah The Maeslantkering pada 1997. Siang itu matahari terik. Tetapi, suhu yang mencapai 10 derajat celsius pada pertengahan Oktober 2008 mengirim angin yang mencipta gigil. Saya mengerut, baik oleh karena gigil angin maupun karena ketakjuban saat melihat konstruksi Maeslantkering yang dicipta untuk mengantisipasi bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggul ini terdiri dari dua bagian lengan yang masing-masing panjangnya 300 meter. Jika diberdirikan, satu lengan setara dengan ketinggian menara Eiffle di Perancis. Kedua lengan raksasa Maeslantkering ini bisa dibuka-tutup. Komputer secara otomatis akan menutup gerbang ini jika terjadi badai dari Laut Utara mencapai ketinggian di atas tiga meter. Sejak dibangun, dam ini hanya ditutup sekali pada 8 November 2007. Selebihnya, dam ini menjadi obyek wisata dan pendidikan. Tetapi, lebih dari itu, konstruksi ini adalah bukti keseriusan negara dalam memberi rasa aman kepada warganya. ”Air merupakan bagian dari budaya kami. Dan, kami tidak boleh kalah darinya. Air yang bisa memicu banjir harus bisa dikendalikan dan juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih,” ungkap Roy Neijland.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roy seperti mewakili tekad warga Belanda dalam menyiasati alam, yang sebenarnya tak terlalu bersahabat terhadap mereka karena sepertiga daratan di Belanda lebih rendah dari muka air laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Manajemen bencana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika Belanda berhasil membendung laut untuk mengatasi bencana, Indonesia seakan tak berdaya menghadapi bencana yang datang bertubi-tubi. Sebut misalnya banjir pasang di pantai utara Jakarta yang rutin datangnya, banjir tahunan yang melanda sejumlah kawasan di Indonesia, terutama di Jakarta, juga tak teratasi, hingga banjir lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur, yang berlarut-larut tanpa kepastian penanganan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, tsunami yang melanda Aceh dan berpotensi terjadi di daerah lain di Indonesia pun masih disikapi setengah hati. Di Aceh, rumah-rumah tetap dibangun di tempat yang sama yang dulu pernah disapu tsunami tanpa ada penghalang untuk menghadapi laut yang sewaktu-waktu mengancam. ”Di Indonesia, nyawa rakyat seakan tak begitu berharga,” kata Amien Widodo, ahli manajemen bencana dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), yang ditemui di Surabaya, beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amien geram melihat pemerintah yang lamban memindahkan warga Desa Siring Barat, Kecamatan Porong, Sidoarjo, yang sudah dua tahun hidup di daerah rawan bencana. Ribuan warga di Siring Barat selama dua tahun lebih harus hidup menghirup udara beracun dan ancaman amblesnya tanah karena penurunan muka tanah yang nyata. Menurut Amien, sebagai negara yang rawan bencana, Indonesia tidak memiliki kepekaan untuk mengelola lingkungan. Padahal, kunci untuk mengurangi dampak bencana adalah dengan melakukan mitigasi bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Antisipasi pemetaan risiko semestinya sudah dilakukan jauh-jauh hari. Analisa risiko dibuat untuk menggambarkan bencana dan kemungkinan peristiwa susulan,” ujar Amien. Analisis risiko juga akan menghasilkan kejelasan tugas tiap-tiap pihak jika dampak terus meluas, termasuk prosedur yang harus disiapkan untuk kondisi darurat.&lt;br /&gt;Alam sebenarnya bukan masalah. Tetapi, manusia mesti belajar beradaptasi dengan alam. Dalam hal ini, Belanda adalah contoh negara yang gigih menghadapi tantangan alamnya. Air adalah problem bagi seluruh Belanda. Nama Netherlands pun sejatinya berasal dari kata Belanda ”neder” yang berarti rendah dan ”land” yang berarti tanah. Karena itu, mereka sudah sejak lama berjuang melawan laut yang terus merangsek ke daratan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bendungan&lt;/span&gt; pertama dibangun Belanda seribu tahun lalu, danau-danau dikeringkan, polder dibuat, dan ketinggian air dikontrol agar daratan Belanda tetap mengapung. Sebagian dana untuk mengapungkan daratan Belanda itu disedot dari sumber daya alam Nusantara yang dibawa VOC (Perhimpunan Dagang Hindia Belanda) pada abad ke-17 sampai ke- Belanda terus berjuang melawan air hingga kini. ”Saat ini kami berjuang melawan kenaikan muka lautan yang terus bertambah akibat pemanasan global. Kami terus beradaptasi,” ungkap Roy Neijland.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui Komisi Delta, yang dibentuk oleh Pemerintah Belanda, negara ini merancang langkah-langkah teknis guna menghadapi tantangan baru berupa naiknya muka lautan. Program Delta hingga 2050 membutuhkan dana sebesar 1,2 miliar euro sampai 1,6 miliar euro per tahun. Menurut Roy, salah satu kunci dari penanganan bencana yang diakibatkan air di Belanda adalah konsistensi perencanaan dan keinginan untuk terus mencari solusi terbaik dengan melibatkan semua pihak. Masterplan yang dibuat diaplikasikan. Para ahli dan praktisi diundang untuk mengikuti sayembara guna mencari solusi konstruksi terbaik. Dam Maeslantkering juga dibuat dari desain pemenang sayembara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, untuk membuat proyek pengendalian kanal banjir di Jakarta yang sudah dimulai sejak zaman colonial Belanda pun terseok-seok dan belum selesai hingga sekarang. Sampai kapan kita mau belajar terhadap bencana yang datang bertubi-tubi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Kompas Cetak&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706445012300334527-7946643199643516757?l=civilengineerbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/feeds/7946643199643516757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2011/02/belanda-pun-membendung-laut-zeeland.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/7946643199643516757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/7946643199643516757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2011/02/belanda-pun-membendung-laut-zeeland.html' title='BENDUNGAN BELANDA'/><author><name>Civil Engineer Bali</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ssa8snM7OmI/AAAAAAAAAB0/4O9yFlHsRz8/S220/IKKFB+small.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-kwwvM6HBVnI/TVtCPSDPoAI/AAAAAAAAAGM/tBpULNjOEqI/s72-c/bendungan%2Bbelanda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706445012300334527.post-8594501204775673928</id><published>2010-01-28T08:01:00.004+08:00</published><updated>2011-04-21T14:38:43.815+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kegagalan bangunan'/><title type='text'>KEGAGALAN BANGUNAN</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/S2DVJ4za8ZI/AAAAAAAAAFM/lLwS9XIFlAI/s1600-h/cina7.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431575516452417938" src="http://4.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/S2DVJ4za8ZI/AAAAAAAAAFM/lLwS9XIFlAI/s400/cina7.jpg" style="display: block; height: 261px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: #333399; font-size: 130%;"&gt;&lt;b&gt;YA, INI ADALAH BANGUNAN 12 LANTAI DI CHINA. TERGELETAK DI ATAS TANAH&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Areal parkir bawah tanah sedang digali di sisi selatan sampai kedalaman 4.6 meter&lt;br /&gt;Hasil galian di stok di sisi utara gedung sampai ketinggian 10 meter&lt;br /&gt;Bangunan mengalami tekanan lateral yang tidak seimbang dari sisi selatan dan utara&lt;br /&gt;Hal ini menyebabkan tekanan lateral sebesar 3000 ton, yang mana melebihi kemampuan tiang pancang menerima beban lateral sehingga bangunan bangunan roboh kea rah selatan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/S2DVKDYQA2I/AAAAAAAAAFU/UwnPtjo_UGk/s1600-h/cina2.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431575519291245410" src="http://3.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/S2DVKDYQA2I/AAAAAAAAAFU/UwnPtjo_UGk/s400/cina2.jpg" style="display: block; height: 322px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. Pertama, bangunan apartemen sudah selesai dibangun&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/S2DVKRNIyNI/AAAAAAAAAFc/Sq0jiVRpeeU/s1600-h/cina3.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431575523002730706" src="http://4.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/S2DVKRNIyNI/AAAAAAAAAFc/Sq0jiVRpeeU/s400/cina3.jpg" style="display: block; height: 321px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. Tuntutan perencanaan mengharuskan penggalian untuk areal parkir bawah tanah&lt;br /&gt;3. Tanah hasil galian ditumpuk disisi lain gedung &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/S2DVKt1iAVI/AAAAAAAAAFk/q3L0LYaBPmM/s1600-h/cina5.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431575530688348498" src="http://3.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/S2DVKt1iAVI/AAAAAAAAAFk/q3L0LYaBPmM/s400/cina5.jpg" style="display: block; height: 336px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. Hujan lebat menyebabkan air meresap ke dalam tanah&lt;br /&gt;5. Bangunan mulai bergeser dan tiang pancang mulai kelihatan&lt;br /&gt;6. Menyebabkan tekanan kesamping yang tidak seimbang (stock pile hasil galian disisi utara gedung merupakan beban tambahan yang besar, hal ini kelihatannya tidak diperhatikan atau dilupakan)&lt;br /&gt;7. Bangunan mulai miring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/S2DVLIz6AgI/AAAAAAAAAFs/GT3hKg80ahQ/s1600-h/cina6.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431575537929290242" src="http://1.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/S2DVLIz6AgI/AAAAAAAAAFs/GT3hKg80ahQ/s400/cina6.jpg" style="display: block; height: 270px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;8. Jika jarak antar bangunan berdekatan, maka dapat menyebabkan efek domino terhadap bangunan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706445012300334527-8594501204775673928?l=civilengineerbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/feeds/8594501204775673928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2010/01/ya-ini-adalah-bangunan-12-lantai-di.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/8594501204775673928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/8594501204775673928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2010/01/ya-ini-adalah-bangunan-12-lantai-di.html' title='KEGAGALAN BANGUNAN'/><author><name>Civil Engineer Bali</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ssa8snM7OmI/AAAAAAAAAB0/4O9yFlHsRz8/S220/IKKFB+small.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/S2DVJ4za8ZI/AAAAAAAAAFM/lLwS9XIFlAI/s72-c/cina7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706445012300334527.post-8720841890882484278</id><published>2010-01-25T07:53:00.005+08:00</published><updated>2011-04-21T14:39:37.577+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DSDP'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='limbah cair'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sewerage'/><title type='text'>Denpasar Sewerage Development Project (DSDP)</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: #993300; font-size: 130%;"&gt;&lt;b&gt;POTENSI SETTLEMENT PASCA KONSTRUKSI DSDP&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/S1zd_M-eJ7I/AAAAAAAAAFE/GdaFH4fXIxs/s1600-h/gbr+dsdp+potongan.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430459328586721202" src="http://1.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/S1zd_M-eJ7I/AAAAAAAAAFE/GdaFH4fXIxs/s400/gbr+dsdp+potongan.jpg" style="display: block; height: 375px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Proyek DSDP (&lt;b&gt;&lt;i&gt;Denpasar Sewerage Development Project&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;) tahap I sudah selesai dikerjakan setahun yang lalu. Dari pantauan kami di lapangan pada jalur-jalur yang dilalui proyek &lt;i&gt;&lt;b&gt;DSDP&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, terdapat beberapa jalan mengalami penurunan (settlement) sehingga permukaan jalan kelihatan bergelombang. Penurunan setempat-setempat juga masih ada, terutama pada bekas galian pipa lateral (hubungan dari pipa induk ke sambungan rumah). Penurunan setempat terjadi karena pengurugan yang tidak baik, misalnya material yang dipakai tidak memenuhi syarat atau pemadatannya yang tidak maksimal. Pemadatan yang dilakukan sering hanya dipermukaan saja (kebiasaan yang salah tapi sering dilakukan, tanya kenapa?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Settlement&lt;/span&gt; yang berkelanjutan justru kami khawatirkan terjadi pada jalan dimana pipa-pipa &lt;b&gt;&lt;i&gt;sewerage&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; tertanam cukup dalam (earth covering lebih dari 3 m). Kondisi settlement akan cepat jika kondisi tanah berpasir dan muka air tanah cukup tinggi. Jika posisi pipa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sewerage&lt;/span&gt; berada 5 meter di bawah jalan dan mat 1 m dibawah permukaan jalan maka tekanan air di sekitar pipa menjadi 4 t/m2. Tekanan yang cukup besar untuk membawa masuk butiran-butiran pasir/tanah ke dalam pipa melalui titik-titik yang rawan bocor (titik A dan B). Semakin lama maka semakin banyak pasir yang terbawa masuk ke dalam pipa sehingga volume tanah di atas pipa menjadi berkurang. Keadaan ini adalah salah satu penyebab settlement pada permukaan jalan. Penyebab yang lain adalah penggunaan material urugan yang tidak benar sehingga pemadatan menjadi tidak maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari potensi settlement tersebut maka material urugan harus memenuhi syarat dan dipadatkan lapis per lapis. Kebocoran pada saluran &lt;b&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sewerage&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dihindari (walau katanya ada toleransi dimana kebocoran dibolehkan), terutama pada pipa-pipa yang tertanam lebih dari 3 meter. Kebocoran sekecil apapun, jika tekanan air tanah besar maka lama kelamaan lubang bocor akan bertambah besar. Di daerah tanah berpasir, seperti daerah Kuta, pemasangan pipa-pipa &lt;b&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sewerage&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; harus betul-betul terjamin tidak bocor agar tidak terjadi potensi settlement pada badan jalan. Disamping dapat mengganggu pengguna jalan, perbaikan settlement juga memerlukan biaya yang cukup tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706445012300334527-8720841890882484278?l=civilengineerbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/feeds/8720841890882484278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2010/01/potensi-settlement-pasca-konstruksi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/8720841890882484278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/8720841890882484278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2010/01/potensi-settlement-pasca-konstruksi.html' title='Denpasar Sewerage Development Project (DSDP)'/><author><name>Civil Engineer Bali</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ssa8snM7OmI/AAAAAAAAAB0/4O9yFlHsRz8/S220/IKKFB+small.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/S1zd_M-eJ7I/AAAAAAAAAFE/GdaFH4fXIxs/s72-c/gbr+dsdp+potongan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706445012300334527.post-2132460620701620223</id><published>2010-01-21T09:27:00.006+08:00</published><updated>2011-03-22T08:24:05.534+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DSDP'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='limbah cair'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sewerage'/><title type='text'>Denpasar Sewerage Development Project</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/S1euVYi_kJI/AAAAAAAAAEk/e6lolyQQFuQ/s1600-h/manhole.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428999558208131218" src="http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/S1euVYi_kJI/AAAAAAAAAEk/e6lolyQQFuQ/s400/manhole.jpg" style="display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #6633ff; font-size: 130%;"&gt;&lt;b&gt;TUTUP MANHOLE &lt;i&gt;DSDP&lt;/i&gt; II DIMINTA DI KUNCI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita salah satu media lokal di Bali tanggal 19 Januari 2009 memuat saran anggota dewan kota agar tutup-tutup manhole saluran limbah cair / &lt;b&gt;DSDP&lt;/b&gt; (&lt;b&gt;&lt;i&gt;Denpasar Sewerage Development Project&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;)diamankan dengan cara digembok atau dilas sehingga aman dari tangan-tangan jahil.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penulis bingung membaca berita tersebut, yang salah wartawan yang mengutip pembicaraan atau memang benar anggota dewan yang meminta agar dikunci.&lt;br /&gt;Rasanya tidak mungkin ada orang-orang jahil yang bisa mencuri tutup manhole &lt;i&gt;&lt;b&gt;DSDP&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Tutup manhole &lt;i&gt;&lt;b&gt;DSDP&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; dibuat dari konstruksi beton bertulang sehingga cukup berat (kurang lebih beratnya 100 kg). Orang yang belum pernah membukanya akan kesulitan mengangkat tutup manhole sendirian karena berat dan perlu alat khusus (catok). Jadi mustahil ada orang jahil mau membukanya, disamping karena posisi manhole kebanyakan di jalan raya yang ramai juga pasti bau he..he.. Justru kalau diisi kunci, kami yakin yang hilang pasti gemboknya dan bukan tutupnya. Tidak sama seperti tutup manhole drainase kuta yang banyak hilang walaupun sudah diisi pengaman. Tutup manhole drainase kuta terbuat dari besi cor bermotif sehingga wajar hilang karena harganya lumayan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diperhatikan pada tutup manhole &lt;i&gt;&lt;b&gt;DSDP&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; adalah konstruksinya. Dari pantauan kami di lapangan sudah banyak tutup manhole yang pecah-pecah (cuil) pada bagian pinggirnya. Jika dibiarkan maka cuilnya akan semakin besar karena lintasan roda kendaraan yang padat. Kami sarankan agar konstruksi tutup manhole berikutnya dibuat dengan memberi plat baja melingkar pada bagian tepinya untuk menghindari cuil-cuil tersebut.&lt;br /&gt;Pemasangan kembali tutup manhole dengan cara yang tidak benar dapat menyebabkan tutup manhole goyang sehingga berbunyi jika dilintasi kendaraan. Lama kelamaan kondisi ini dapat menyebabkan retaknya tutup manhole karena benturan antar tutup dan rumahnya akibat beban kejut/hentakan roda kendaraan. Membuka dan memasang tutup manhole harus hati-hati dan menggunakan catok yang khusus dibuat untuk itu agar tutup manhole terhindar dari benturan-benturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai amblesnya permukaan jalan disekitar manhole lebih banyak disebabkan karena tidak baiknya pelaksanaan. Ukuran galian untuk manhole biasanya dibuat pas-pasan sehingga tidak ada ruang yang cukup untuk memadatkan dengan alat pemadat (stamper). Akibatnya yang dipadatkan hanya bagian atasnya saja, padahal syarat pemadatan yang benar adalah lapis per lapis (tiap 30 cm). Kesulitan pemadatan ini sebenarnya dapat diatasi dengan menggunakan material berpasir untuk urugan kembali disekeliling manhole. Material urugan dari pasir bisa dipadatkan dengan air. Karena mahal, biasanya pemborong tidak memakainya. Disinilah peran supervisi untuk memaksa menggunakan material pasir, apabila tidak maka pemborong harus membuat ukuran galian sedemikian rupa sehingga stamper bisa memadatkan lapis per lapis dari bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706445012300334527-2132460620701620223?l=civilengineerbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/feeds/2132460620701620223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2010/01/tutup-mainhole-dsdp-ii-diminta-di-kunci.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/2132460620701620223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/2132460620701620223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2010/01/tutup-mainhole-dsdp-ii-diminta-di-kunci.html' title='Denpasar Sewerage Development Project'/><author><name>Civil Engineer Bali</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ssa8snM7OmI/AAAAAAAAAB0/4O9yFlHsRz8/S220/IKKFB+small.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/S1euVYi_kJI/AAAAAAAAAEk/e6lolyQQFuQ/s72-c/manhole.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706445012300334527.post-4625965916199660336</id><published>2010-01-19T09:19:00.004+08:00</published><updated>2010-01-19T09:32:24.455+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitektur'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div&gt;Seorang teman, kakak kelas di ITS mengirim email yang membuat saya takjub dengan ide seorang arsitek Belgia. Ini kirimannya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;Daun Bunga Lily, rumah terapung masa depan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apa ini? Kok kaya UFO yang mendarat di pantai ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/S1UKRolHnxI/AAAAAAAAAEM/u2Q8mdp4anQ/s1600-h/daun+lili#1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428256223932161810" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 340px; CURSOR: hand; HEIGHT: 219px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/S1UKRolHnxI/AAAAAAAAAEM/u2Q8mdp4anQ/s400/daun+lili%231.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsitek dari Belgia, Vincent Callebaut, mengajukan terobossan baru dalam menghadapi masalah perubahan iklim dan kepadatan, solusinya dinamai: Daun Bunga Lili.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun Bunga Lili ini digambarkan sebagai: prototipe kota amfibi yang mampu menghidupi diri sendiri, dengan masing2 daun mampu menampung 50.000 orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di tengah Daun ini ada sebuah danau yang menampung dan menjernihkan air hujan. Kota terapung ini tidak membutuhkan jalan dan akan mengapung dan "terhanyut" ke seluruh dunia akibat pergerakan arus laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/S1UKR0p0EmI/AAAAAAAAAEU/EQTSnPnggwI/s1600-h/daun+lili#3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428256227173077602" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 340px; CURSOR: hand; HEIGHT: 219px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/S1UKR0p0EmI/AAAAAAAAAEU/EQTSnPnggwI/s400/daun+lili%233.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desain dari Daun ini di memuat 3 marina dan 3 gunung yang dikhusukan bagi bisnis dan hiburan. Kota ini unik, karena kota ini merupakan kota amfibi, setengah kota air, setengah lagi kota darat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota ini mendapat sumber daya dari matahari, angin dan arus laut, yang akan memproduksi lebih banyak energi daripada energi yang dikonsumsinya, dan akan menjadi kota yang ber-"emisi nol" karena semua karbon dan limbah akan di daur ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan yang ada adalah pada tahun 2100, akan ada 250 juta orang yang melarikan diri dari perubahan cuaca, yang disebut "Climactic refugee", karena air laut akan menghancurkan kota2 seperti New York, Shanghai dan Bombai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vincent percaya, bahwa produknya ini adalah solusi jangka panjang untuk menghadapi naiknya air laut, dan bukannya memperkuat garis pantai, karena solusi garis pantai ini hanyalah solusi jangka pendek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/S1UKSm3QXgI/AAAAAAAAAEc/7kObKfclT-U/s1600-h/daun+lili#6.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428256240651230722" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 340px; CURSOR: hand; HEIGHT: 219px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/S1UKSm3QXgI/AAAAAAAAAEc/7kObKfclT-U/s400/daun+lili%236.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desain dari Daun ini diinspirasikan oleh daun Amazonia Victoria Regia yang memiliki tulang daun yang sangat rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Vincent adalah untuk menciptakan "hubungan harmonis antara manusia dan alam". &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jika ide ini akan direalisasikan, tentu tantangan besar bagi civil engineer dalam desain strukturnya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706445012300334527-4625965916199660336?l=civilengineerbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/feeds/4625965916199660336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2010/01/seorang-teman-kakak-kelas-di-its.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/4625965916199660336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/4625965916199660336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2010/01/seorang-teman-kakak-kelas-di-its.html' title=''/><author><name>Civil Engineer Bali</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ssa8snM7OmI/AAAAAAAAAB0/4O9yFlHsRz8/S220/IKKFB+small.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/S1UKRolHnxI/AAAAAAAAAEM/u2Q8mdp4anQ/s72-c/daun+lili%231.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706445012300334527.post-1694008887228064460</id><published>2010-01-11T11:55:00.002+08:00</published><updated>2010-01-11T12:02:47.242+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kegagalan bangunan'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#990000;"&gt;KASUS METRO TANAH ABANG :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#990000;"&gt;TANGGUNG JAWAB SIAPA?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/S0qiaBQi0uI/AAAAAAAAAEE/5oDXf3nNWqk/s1600-h/bangunanrobohdlm+tanah+abang1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425327269019308770" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 285px; CURSOR: hand; HEIGHT: 236px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/S0qiaBQi0uI/AAAAAAAAAEE/5oDXf3nNWqk/s400/bangunanrobohdlm+tanah+abang1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Oleh : Nyoman Upadhana&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Malpraktek tidak hanya terjadi di bidang kedokteran. Di bidang profesi yang lainpun malpraktek bisa terjadi. Di bidang konstruksi sebenarnya sering juga terjadi malpraktek yang disebabkan baik oleh pihak pengguna jasa maupun penyedia jasa. Salah satu contoh malpraktek konstruksi adalah robohnya bangunan tambahan di pusat grosir Metro Tanah Abang yang terjadi pada tanggal 23 Desember 2009 yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Robohnya bangunan tambahan di pusat grosir Metro Tanah Abang sangat mungkin disebut sebagai malpraktek konstruksi. Walaupun selama ini robohnya suatu bangunan tidak pernah disebut sebagai malpraktek. Kesalahan-kesalahan di bidang konstruksi yang dilakukan oleh orang-perorang atau badan usaha yang mengakibatkan kerugian bagi pihak lain menurut penulis dapat disebut sebagai malpraktek konstruksi. Dalam kasus Metro Tanah Abang kerugian dialami oleh masyarakat yang menderita luka-luka dan meninggal dunia. Apabila perencanaan dan pelaksanaan bangunan tambahan tersebut dilakukan oleh pihak lain (oleh penyedia jasa) , maka pihak manajemen Metro Tanah Abang sebagai pihak pengguna jasa juga dapat disebut mengalami kerugian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robohnya bangunan tambahan Metro Tanah Abang dalam masa pelaksanaan yang menyebabkan tidak berfungsinya bangunan tersebut dapat dinyatakan sebagai kegagalan bangunan. Menurut Bab I Pasal 1 ayat (6) Undang-undang Jasa Konstruksi Nomor 18 tahun 1999 yang dimaksud dengan kegagalan bangunan adalah keadaan bangunan, yang setelah diserahterimakan oleh penyedia jasa kepada pengguna jasa, menjadi tidak berfungsi baik sebagian atau secara keseluruhan dan/atau tidak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam kontrak kerja konstruksi atau pemanfaatannya yang menyimpang sebagai akibat kesalahan penyedia jasa dan/atau pengguna jasa. Undang-undang Jasa Konstruksi (UUJK) menegaskan bahwa tanggungjawab pihak yang terlibat dalam suatu kegiatan konstruksi bukan hanya dalam rentang waktu pelaksanaan, tetapi berlaku juga setelah serah terima akhir pekerjaan. Pasal 25 ayat 2 UUJK menyatakan bahwa kegagalan bangunan yang menjadi tanggung jawab penyedia jasa ditentukan terhitung sejak penyerahan akhir pekerjaan konstruksi dan paling lama 10 (sepuluh) tahun. Penyedia jasa menurut Pasal 16 ayat 1 terdiri dari perencana, pelaksana dan pengawas konstruksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan berita dan foto-foto di lokasi kejadian yang dimuat media masa, konstruksi utama bangunan tambahan Metro Tanah Abang tersebut dibuat dari konstruksi baja. Hubungan antara konstruksi baja bangunan tambahan dengan bangunan induk Metro Tanah Abang kemungkinan dipakai baut sebagai konektor. Robohnya bangunan tambahan Metro Tanah Abang dapat disebabkan karena kesalahan perencanaan atau kesalahan dalam pelaksanaan dan pengawasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang perencanaan, kesalahan dapat terjadi karena ketidaktelitian dalam perhitungan. Misalnya ketidaktelitian dalam penentuan asumsi beban yang bekerja pada suatu struktur dapat menyebabkan kesalahan dalam menetapkan dimensi struktur yang bisa berakibat fatal. Kesalahan dalam pelaksanaan pekerjaan dapat disebabkan oleh pelaksana (kontraktor) atau oleh pengawas (konsultan supervisi). Kontraktor yang bekerja menyimpang dari speksifikasi teknis merupakan salah satu kesalahan pelaksana. Konsultan supervisi yang tidak benar dalam pengawasan, seperti misalnya membiarkan pelaksana bekerja menyimpang juga merupakan kesalahan pihak pengawas. Nah, apabila kesalahan-kesalahan tersebut dilakukan melebihi batas toleransi spesifikasi teknis dan mengakibatkan kegagalan bangunan, maka pihak-pihak terkait wajib dimintai pertanggungjawaban. Disamping akibat kesalahan yang disebabkan oleh penyedia jasa tersebut, kegagalan bangunan juga dapat disebabkan oleh pengguna jasa (owner). Misalnya pengguna jasa memanfaatkan bangunan tidak sesuai peruntukan awal yang menyebabkan beban yang terjadi pada struktur melebihi beban perencanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menentukan pihak yang harus bertanggung jawab dalam kasus robohnya bangunan tambahan di pusat grosir Metro Tanah Abang, pihak yang berwenang dapat melibatkan pihak ketiga selaku penilai ahli (Pasal 25 ayat 3 UUJK). Penilai ahli dapat ditunjuk dari akademisi dan praktisi yang memang ahli dibidangnya. Melalui pemeriksaan pihak ketiga akan dapat diketahui letak kesalahannya, apakah terjadi kesalahan di perencanaan atau pelaksanaan/pengawasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggungjawab penyedia jasa dalam UUJK Nomor 18 Tahun 1999 disebutkan dalam pasal 26 ayat 1 dan 2. Jika terjadi kegagalan bangunan yang disebabkan karena kesalahan perencana atau pengawas konstruksi, dan hal tersebut terbukti menimbulkan kerugian bagi pihak lain, maka perencana atau pengawas konstruksi wajib bertanggung jawab sesuai dengan bidang profesi dan dikenakan ganti rugi. Sedangkan ayat 2 menyebutkan, jika terjadi kegagalan bangunan yang disebabkan karena kesalahan pelaksana konstruksi dan hal tersebut terbukti menimbulkan kerugian bagi pihak lain, maka pelaksana konstruksi wajib bertanggung jawab sesuai dengan bidang usaha dan dikenakan ganti rugi. Tanggungjawab pihak pengguna jasa disebutkan dalam pasal 27 UUJK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanksi bagi penyelenggara konstruksi dijelaskan dalam Bab X pasal 41, 42 dan 43 UUJK. Pasal 41 menyebutkan Penyelenggara pekerjaan konstruksi dapat dikenai sanksi administratif dan/atau pidana atas pelanggaran Undang-undang ini. Jenis-jenis sanksi sesuai pasal 42 dapat berupa peringatan tertulis sampai sanksi pencabutan izin usaha dan/atau profesi. Sedangkan sanksi pidana dan denda dijelaskan dalam pasal 43 sebagai berikut (1). Barang siapa yang melakukan perencanaan pekerjaan konstruksi yang tidak memenuhi ketentuan keteknikan dan mengakibatkan kegagalan pekerjaan konstruksi atau kegagalan bangunan dikenai pidana paling lama 5 (lima) tahun penjara atau dikenakan denda paling banyak 10% (sepuluh per seratus) dari nilai kontrak. (2) Barang siapa yang melakukan pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang bertentangan atau tidak sesuai dengan ketentuan keteknikan yang telah ditetapkan dan mengakibatkan kegagalan pekerjaan konstruksi atau kegagalan bangunan dikenakan pidana paling lama 5 (lima) tahun penjara atau dikenakan denda paling banyak 5% (lima per seratus) dari nilai kontrak. (3). Barang siapa yang melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan konstruksi dengan sengaja memberi kesempatan kepada orang lain yang melaksanakan pekerjaan konstruksi melakukan penyimpangan terhadap ketentuan keteknikan dan menyebabkan timbulnya kegagalan pekerjaan konstruksi atau kegagalan bangunan dikenai pidana paling lama 5 (lima) tahun penjara atau dikenakan denda paling banyak 10% (sepuluh per seratus) dari nilai kontrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706445012300334527-1694008887228064460?l=civilengineerbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/feeds/1694008887228064460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2010/01/kasus-metro-tanah-abang-tanggungjawab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/1694008887228064460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/1694008887228064460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2010/01/kasus-metro-tanah-abang-tanggungjawab.html' title=''/><author><name>Civil Engineer Bali</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ssa8snM7OmI/AAAAAAAAAB0/4O9yFlHsRz8/S220/IKKFB+small.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/S0qiaBQi0uI/AAAAAAAAAEE/5oDXf3nNWqk/s72-c/bangunanrobohdlm+tanah+abang1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706445012300334527.post-4738433530403659750</id><published>2010-01-08T08:55:00.003+08:00</published><updated>2010-01-08T09:04:28.738+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prinsip dasar'/><title type='text'>Pertemuan Balok Kolom</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/S0aEPvo173I/AAAAAAAAAD0/oCY9UQzLM1s/s1600-h/beam+column+joint.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424168207235018610" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 226px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/S0aEPvo173I/AAAAAAAAAD0/oCY9UQzLM1s/s400/beam+column+joint.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berdasarkan pengalaman di lapangan, &lt;em&gt;sangat jarang&lt;/em&gt; ada design drawing yang dilengkapi dengan gambar detail penulangan pertemuan balok dan kolom. Yang ditampilkan hanya penulangan longitudinal, tulangan lateral dan tulangan torsi. Akibatnya, pelaksanapun tidak akan memasang tulangan-tulangan yang diperlukan pada pertemuan balok dan kolom. Padahal detailing pada pertemuan balok dan kolom sangat penting.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berikut contoh gambar yang menunjukan akibat pendatailan yang kurang &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/S0aEP_3VTDI/AAAAAAAAAD8/TfCU6otww0s/s1600-h/retak+1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424168211590761522" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 383px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/S0aEP_3VTDI/AAAAAAAAAD8/TfCU6otww0s/s400/retak+1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706445012300334527-4738433530403659750?l=civilengineerbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/feeds/4738433530403659750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2010/01/pertemuan-balok-kolom.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/4738433530403659750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/4738433530403659750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2010/01/pertemuan-balok-kolom.html' title='Pertemuan Balok Kolom'/><author><name>Civil Engineer Bali</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ssa8snM7OmI/AAAAAAAAAB0/4O9yFlHsRz8/S220/IKKFB+small.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/S0aEPvo173I/AAAAAAAAAD0/oCY9UQzLM1s/s72-c/beam+column+joint.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706445012300334527.post-1670939023373998380</id><published>2009-12-31T08:51:00.001+08:00</published><updated>2009-12-31T08:55:54.314+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='new year'/><title type='text'>Tahun Baru, Semangat Baru</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Szv1_YeM5FI/AAAAAAAAADc/fFOcJ0mm18E/s1600-h/tahun+baru+ceb.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421197045720212562" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 267px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Szv1_YeM5FI/AAAAAAAAADc/fFOcJ0mm18E/s400/tahun+baru+ceb.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706445012300334527-1670939023373998380?l=civilengineerbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/feeds/1670939023373998380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2009/12/tahun-baru-semngat-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/1670939023373998380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/1670939023373998380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2009/12/tahun-baru-semngat-baru.html' title='Tahun Baru, Semangat Baru'/><author><name>Civil Engineer Bali</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ssa8snM7OmI/AAAAAAAAAB0/4O9yFlHsRz8/S220/IKKFB+small.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Szv1_YeM5FI/AAAAAAAAADc/fFOcJ0mm18E/s72-c/tahun+baru+ceb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706445012300334527.post-3232327645770071560</id><published>2009-11-17T12:00:00.002+08:00</published><updated>2009-11-17T12:04:28.974+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prinsip dasar'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Prinsip dasar yang terabaikan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Dilatasi &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Banyak sarjana teknik sipil atau orang yang sudah bertahun-tahun bergelut di dunia konstruksi tidak paham dengan pentingnya dilatasi. Dilatasi dibuat untuk mengamankan konstruksi dari retak yang tidak beraturan yang disebabkan faktor eksternal, misalnya akibat pergerakan tanah. Di proyek-proyek padat karya sering dijumpai pembuatan jalan beton yang panjangnya puluhan bahkan ratusan meter dicor tanpa dibuatkan siar dilatasi. Akibatnya, setelah beberapa bulan jalan beton tersebut mengalami retak yang tidak beraturan. Konstruksi pasangan batu, yang secara teknis tidak mampu menerima gaya tarik, selayaknya dipasang dilatasi apabila dikerjakan dalam bentang yang panjang&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#660000;"&gt;Beton deking&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak juga sarjana teknik sipil yang tidak peduli dengan ketebalan beton deking, apalagi mandor atau tukang yang tidak pernah dapat kuliah beton. Fungsi dasar beton deking tidak dimegerti, prinsip mereka adalah yang penting tulangan sudah terbungkus di dalam beton. Coba tanya para insinyur sipil, pasti banyak yang tidak tahu berapa seharusnya tebal beton deking untuk pondasi telapak. Ketebalan beton deking tergantung dengan tempat dimana beton tersebut di cor. Untuk beton yang terlindung tentu ketebalannya berbeda dengan beton yang langsung berhubungan dengan cuaca luar atau dengan beton yang tertanam didalam tanah yang berair. Untuk beton yang dicor di dalam tanah yang selalu berhubungan dengan air tanah ketebalan beton deking 70 mm Disamping untuk menjaga agar besi beton tidak berkarat, fungsi beton deking juga untuk membuat lekatan yang kuat antara beton dengan tulangan. Ketebalan yang cukup akan membuat kerjasama antara beton dengan tulangan maksimal. Contoh jelek yang paling sering dijumpai adalah pelat beton penutup saluran drainase. Pelat beton banyak yang patah karena ternyata besinya karatan sehingga tidak kuat menerima beban. Besi beton karatan karena ketebalan beton deking yang tidak memenuhi syarat, disamping juga karena beton yang porous (tidak kedap air)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#333399;"&gt;&lt;strong&gt;Curing beton&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sesaat setelah pengecoran selesai, sebagian besar orang menganggap pekerjaan beton telah selesai sehingga bisa ditinggal. Hanya pada saat hujan saja orang akan segera menutup beton yang baru dicor. Padahal seharusnya sesaat setelah pengecoran, beton harus dilindungi dari cuaca. Beton harus ditutup pada saat panas dengan tujuan untuk menghindari terjadinya penguapan yang berlebihan yang dapat membuat beton retak-retak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#663366;"&gt;Beton struktur harus kedap air.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Semua beton bertulang harus kedap air, karena kalau tidak kedap air maka tulangan akan kena rembesan air sehingga cepat karat yang membuat kemampuan beton menahan beban menjadi hilang. Beton yang porus (tidak kedap air) biasanya kuat tekannya juga rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Dimana menyambung tulangan?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Menurut SNI 03-2847-2002&lt;br /&gt;Untuk Balok : Sambungan lewatan tidak boleh digunakan (a) pada daerah hubungan balok-kolom (b) pada daerah hingga jarak dua kali tinggi balok dari muka kolom, dan (c) pada tempat tempat yang berdasarkan analisis, memperlihatkan kemungkinan terjadinya leleh lentur akibat perpindahan lateral inelastis struktur rangka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kolom : Sambungan lewatan hanya diizinkan di lokasi setengah panjang elemen struktur yang berada ditengah, direncanakan sebagai sambungan lewatan tarik, dan harus diikat dengan tulangan spiral atau sengkang tertutup yang direncanakan sesuai dengan pasal 23.4(4(2)) dan 23.4(4(3)) SNI 03-2847-2002.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706445012300334527-3232327645770071560?l=civilengineerbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/feeds/3232327645770071560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2009/11/prinsip-dasar-yang-terabaikan-dilatasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/3232327645770071560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/3232327645770071560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2009/11/prinsip-dasar-yang-terabaikan-dilatasi.html' title=''/><author><name>Civil Engineer Bali</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ssa8snM7OmI/AAAAAAAAAB0/4O9yFlHsRz8/S220/IKKFB+small.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706445012300334527.post-7066423104192937217</id><published>2009-10-20T09:00:00.003+08:00</published><updated>2009-10-20T09:10:33.828+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bangunan Tahan Gempa'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/St0NlNv6RmI/AAAAAAAAAC8/QZr9Mv3b9Tc/s1600-h/runtuh.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394482861656655458" style="WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/St0NlNv6RmI/AAAAAAAAAC8/QZr9Mv3b9Tc/s400/runtuh.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;ADAKAH BANGUNAN TAHAN GEMPA?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Runtuhnya banyak bangunan di Sumatera Barat saat terjadi gempa 7.6 SR pada tanggal 30 September 2009, mengingatkan kembali kepada kita semua tentang pentingnya bangunan-bangunan didesain tahan gempa. Selayaknya semua bangunan, baik bangunan publik maupun bangunan rumah tinggal, bertingkat atau satu lantai semuanya didesain tahan gempa. Hal ini disebabkan karena Indonesia berada pada daerah rawan gempa&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Telah disepakati secara umum bahwa secara ekonomis tidak layak untuk merencanakan bangunan agar dapat menahan gempa besar secara elastis, maka konsep perencanaan bangunan tahan gempa selayaknya adalah:&lt;br /&gt;1. Pada pembebanan gempa kecil yang sering terjadi, tidak boleh terjadi kerusakan struktur dan non struktur (dapat segera dipakai, dalam keadaan serviceability limit state, immediate occupancy)&lt;br /&gt;2. Pada pembebanan gempa sedang yang kadang-kadang terjadi, struktur masih dapat diperbaiki (damage control limit state, limited damage)&lt;br /&gt;3. Pada pembebanan gempa besar yang jarang terjadi, struktur tidak boleh runtuh (life safety)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bangunan rumah tinggal yang bertingkat, biaya bangunan konstruksi tahan gempa dibandingkan dengan bangunan yang dikerjakan dengan ‘kebiasaan’ (non engineered building) tidak berbeda jauh. Apalagi bangunan rumah tinggal biasanya diborongkan total ke mandor dengan harga persatuan meter persegi, sehingga kualitas tidak begitu diperhatikan. Kalaupun lebih mahal, keuntungan yang didapat jauh lebih besar. Tinggal di rumah yang sudah didesain tahan gempa jauh lebih tenang dan aman dibandingkan tinggal di rumah yang dikerjakan berdasarkan ‘kebiasaan’ (baca:percaya mandor dan tukang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan bertingkat biasanya memang didesain dengan memasukkan beban gempa. Akan tetapi akhir-akhir ini sudah mulai banyak mengabaikan kaidah-kaidah bangunan tahan gempa. Misalnya, bangunan didesain dengan tidak menjaga keteraturan system struktur. Contohnya adalah kolom yang tidak menerus ke pondasi (ketidaksinambungan vertical). Masih ada perencana yang mengijinkan membuat kolom di atas balok, tidak menerus ke konstruksi bawah.&lt;br /&gt;Disamping itu, dalam pelaksanaan banyak yang mengabaikan perlunya pendetailan yang benar pada pertemuan balok dan kolom. Pemasangan sengkang dan penempatan sambungan lewatan tulangan yang salah merupakan hal yang paling sering terjadi dilapangan. Ketebalan penutup beton (deking) juga sering diabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memeriksa apakah bangunan sudah didesain tahan gempa, saat ini sudah ada cara evaluasi cepat system rangka pemikul momen tahan gempa (SRPM Tahan Gempa) seperti yang diuraikan oleh Prof. Rachmat Purwono, Guru Besar ITS, dalam makalah yang disampaikan dalam seminar dan Pameran HAKI 2007, dapat dibaca selengkapnya &lt;em&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/137898040/c82d80c9/RahmatPurwono_evaluasi_cepat_SRPM.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam prakteknya di lapangan banyak ditemukan desain yang secara kasat mata tidak mengikuti kaidah bangunan tahan gempa. Ada desainer villa mewah membuat kolom dari kayu untuk menopang konstruksi beton di atasnya. Ada desain yang dibuat tidak sentris, balok induk tidak bertemu dengan kolom. Perhitungan konstruksi ‘dipaksa’ mengikuti keinginan artistik. Ada juga insinyur sipil yang dengan enteng menjawab ‘bisa saja’ ketika ditanya orang yang awam struktur : bolehkah kolom ditingkat atas lebih besar daripada kolom dibawahnya? Dan yang paling banyak terjadi adalah ketidak sesuaian antara desain struktur dengan pelaksanaan di lapangan. Contohnya, konstruksi tangga selalu dibuat monolit (jepit-jepit) dengan struktur utama. Padahal tangga merupakan unsur skunder yang tidak diikutkan dalam analisa struktur portal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706445012300334527-7066423104192937217?l=civilengineerbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/feeds/7066423104192937217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2009/10/adakah-bangunan-tahan-gempa-runtuhnya.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/7066423104192937217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/7066423104192937217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2009/10/adakah-bangunan-tahan-gempa-runtuhnya.html' title=''/><author><name>Civil Engineer Bali</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ssa8snM7OmI/AAAAAAAAAB0/4O9yFlHsRz8/S220/IKKFB+small.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/St0NlNv6RmI/AAAAAAAAAC8/QZr9Mv3b9Tc/s72-c/runtuh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706445012300334527.post-2264916448969235874</id><published>2009-10-19T12:53:00.006+08:00</published><updated>2009-12-22T14:12:47.441+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kegagalan bangunan'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#993300;"&gt;Malpraktek Konstruksi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar di atas menunjukkan ketidakmampuan dinding penahan tanah menerima beban, baik akibat tekanan tanah maupun akibat beban kendaraan yang melintas di atasnya. Ketidakmampuan menahan beban dapat dilihat dari retaknya badan jalan yang berarti ada pergeseran pada dinding penahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/StvyJUT4LfI/AAAAAAAAAC0/bh2RYqjf5as/s1600-h/S3016668+small.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394171220591128050" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 282px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/StvyJUT4LfI/AAAAAAAAAC0/bh2RYqjf5as/s400/S3016668+small.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa konstruksi yang sangat sederhana (dinding penahan dari pasangan batu) bisa mengalami kegagalan bangunan? Apakah tidak ada sarjana teknik sipil (civil engineer) yang terlibat dalam perencanaan atau dalam pelaksanaannya? Rasanya tidak mungkin jika tidak ada civil engineer yang terlibat, karena setiap proyek pemerintah hampir selalu menggunakan konsultan. Di dalam perusahaan konsultan konstruksi, baik perencana maupun pengawas, disyaratkan harus ada sarjana teknik sipil. Demikian juga dengan kontraktor pelaksana, keberadaan civil engineer dalam struktur organisasi menjadi suatu keharusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ada dua penyebab kegagalan konstruksi penahan tanah tersebut, yaitu perencanaan yang salah atau pelaksanaan yang tidak benar. Perencanaan yang baik dihasilkan dari perpaduan orang yang menguasai ilmu dan orang yang berpengalaman dalam pelaksanaan. Sedangkan pelaksanaan yang baik dihasilkan dari perusahaan yang baik dan professional. Perusahaan yang baik tidak mau mencari keuntungan dengan memainkan dimensi atau mengurangi kualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan dinding penahan tidak harus selalu konvensional dengan konstruksi pasangan batu. Pada kondisi tertentu, pemilihan jenis konstruksi yang lain harus dipertimbangkan. Kekuatan konstruksi pasangan batu mengandalkan berat sendiri yang harus mampu menahan gaya geser dan gaya guling. Konstruksi pasangan batu tidak mampu menerima gaya tarik seperti halnya konstruksi beton bertulang. Akibat beban kendaraan yang melintas secara berulang dapat menimbulkan getaran-getaran yang mengakibatkan terjadinya gaya tarik pada pasangan batu, yang selanjutnya menyebabkan terjadinya retak pada konstruksi pasangan batu. Kondisi ini kemungkinan besar tidak diperhitungkan pada saat perencanaan. Hal ini membuktikan bahwa seorang perencana perlu pengalaman dalam pelaksanaan, atau paling tidak perlu berkolaborasi dengan orang yang punya pengalaman di lapangan, agar tidak terjadi kegagalan bangunan. Apabila terjadi kegagalan bangunan, ada sanksi yang menanti sesuai UUJK No.18 Th 1999.....&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706445012300334527-2264916448969235874?l=civilengineerbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/feeds/2264916448969235874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2009/10/malpraktek-konstruksi-gambar-di-atas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/2264916448969235874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/2264916448969235874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2009/10/malpraktek-konstruksi-gambar-di-atas.html' title=''/><author><name>Civil Engineer Bali</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ssa8snM7OmI/AAAAAAAAAB0/4O9yFlHsRz8/S220/IKKFB+small.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/StvyJUT4LfI/AAAAAAAAAC0/bh2RYqjf5as/s72-c/S3016668+small.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706445012300334527.post-7083044153128122525</id><published>2009-10-10T10:11:00.003+08:00</published><updated>2009-10-10T10:19:18.660+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='metode kerja'/><title type='text'>Beton Expose</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ss_u54BT0fI/AAAAAAAAACs/CZKtPmExK1Y/s1600-h/bekesting+beton.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390789957043606002" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 184px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ss_u54BT0fI/AAAAAAAAACs/CZKtPmExK1Y/s200/bekesting+beton.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;MENGHASILKAN BETON EXPOSE&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Oleh : Gd Konswira&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Faktor-faktor yang mempengaruhi warna dan tekstur pada permukaan beton:&lt;br /&gt;• Bekisting&lt;br /&gt;• Minyak bekisting&lt;br /&gt;• Perencanaan campuran beton&lt;br /&gt;• Pengecoran dan Pemadatan beton&lt;br /&gt;• Perawatan beton&lt;br /&gt;                                                • Proteksi beton setelah pengecoran&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Bekisting (Form Work)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor diatas saling mempengaruhi untuk mendapatkan mutu penampilan beton. Mutu dari bekisting terutama permukaannya, memberi pengaruh yang besar dari pada penampilan beton.faktor lain yang mempengaruhi adalah:&lt;br /&gt;• Kekakuan(Stiffness)&lt;br /&gt;• Daya serap(Absorbency)&lt;br /&gt;• Kedap air(Watertightness)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila bekisting tidak kaku,lendut dan bergerak pada saat pengecoran dan pemadatan dapat mengakibatkan variasi warna permukaan dan timbul bintik-bintik agregat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan penyerapan permukaan bekisting dapat mengakibatkan variasi warna dari permukaan beton.Daya serap bekisting kayu yang baru akan berbeda setelah dipakai berkali-kali. Bocornya air semen dapat mengakibatkan keropos, untuk menghindari hal tersebut bekisting harus dibuat rapat, sambungan antara panel ditempel dengan plastic Strip atau waterproof tape.strip atau tape akan menimbulkan bekas pada beton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Formwork Design(Perencanaan bekisting)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Gambar kerja harus menunjukan pola dari pada panel, type sambungan antara panel.ketelitian dalam membuat detail akan menghasilkan beton yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Material panel&lt;br /&gt;• Pemilihan jenis panel material dapat menghasilkan permukaan beton yang berbeda.Ada berbagai jenis material :&lt;br /&gt;• kayu(plywood),dapat digunakan untuk membuat perbagai profil beton&lt;br /&gt;• fibreglass, akan menghasilkan permukaan beton seperti kaca,sambungan antara panel sulit dihilangan&lt;br /&gt;• material-material lain seperti baja, GRC juga sering digunakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Minyak bekisting(Release agent),material &amp;amp;design beton&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Type minyak bekisting dan methoda pengunaaan akan memberi efek dari mutu permukaan beton. Ada dua jenis minyak bekisting yaitu water base dan oil base.sebaiknya dibuat test panel sebelum pekerjaan dimulai .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Material beton dan Design Campuran&lt;br /&gt;Pesyaratan yang diminta harus dilaksanakan secara ketat.Persyaratan yang diminta antara lain:&lt;br /&gt;• Type semen,dan sumbernya,akan menyamin warna yang seragam pada beton.&lt;br /&gt;• Pasir dan sumbernya akan mengurangi variasi warna pada beton.&lt;br /&gt;• Kerikil atau batu ,untuk permukaan texture batunya dipilih khusus ukurannya yang bulat,lonjong atau pecah.&lt;br /&gt;• kandungan semen minimum campuran beton untuk mendapatkan mutu ekpoxe tinggi, dibutuhkan design kandungan semen yang tinggi dan rasio kandungan semen dan air yang rendah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pengecoran dan pemadatan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;• Kecepatan pengecoran dan kontunitas pengecoran perlu diperhatikan. Pada dinding kecepatan pengecoran disesuaikan dengan designnya, pengecoran dilakukan layer-layer tanpa menimbulakan cold joint&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• pemadatan dilakukan dengan mengunakan vibrator dengan methoda yang benar tanpa menyentuh permukaan bekisting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pengecoran dilakukan dengan tebal yang seragam.Beton tidak dialirkan dengan mengunakan vibrator&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Untuk meminimalkan blowholes 0,5 m dari atas dinding atau kolom,beton dirojok dan divibrator lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Perawatan beton(curing)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;– perawatan beton dengan mengunakan air pada sambungan beton yang vertikal dapat mengakibatkan warna yang tidak seragam. Air yang mengandung besi, garam dapat memberi efek yang besar.&lt;br /&gt;– Perawatan dengan goni juga dapat membuat problem.goni harus dicuci sebelum digunakan supaya tidak ada noda dipermukaannya.goni harus basah secara merata untuk menghindari warna yang tidak merata.&lt;br /&gt;– Perawatan dengan plastik paling memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Perbaikan lubang formtie&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perbaikan lubang formtie sangat penting untuk penampilan terakhir secara keseluruhan dari pada beton. Perbaikan Lubang formtie dapat mengunakan campuran semen dan pasir.Sebaiknya pasir digunakan sama dengan pasir campuran beton.Mortar di isi 5-10 mm dari permukaan beton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Proteksi&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Beton harus dilindungi dari benturan dan noda. Proteksi harus segara dilakukan setelah bekisting di bongkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706445012300334527-7083044153128122525?l=civilengineerbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/feeds/7083044153128122525/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2009/10/beton-expose.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/7083044153128122525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/7083044153128122525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2009/10/beton-expose.html' title='Beton Expose'/><author><name>Civil Engineer Bali</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ssa8snM7OmI/AAAAAAAAAB0/4O9yFlHsRz8/S220/IKKFB+small.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ss_u54BT0fI/AAAAAAAAACs/CZKtPmExK1Y/s72-c/bekesting+beton.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706445012300334527.post-4861250966702417091</id><published>2009-10-07T10:13:00.004+08:00</published><updated>2009-10-07T10:26:03.182+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar otodidak 3D'/><title type='text'>Google Sketchup</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ssv6la18c1I/AAAAAAAAACk/ClLyUc1T5xg/s1600-h/desain+dgn+skecthup.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389676899846615890" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 289px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ssv6la18c1I/AAAAAAAAACk/ClLyUc1T5xg/s400/desain+dgn+skecthup.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#993399;"&gt;Mudahnya Merancang Gambar 3D dengan Google SketchUp&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran Google Earth memang mampu mendongkrak popularitas Google, situs yang semula hanya sebagai mesin pencari (search engine). Semua pengguna dibuat terpesona oleh software yang mampu melihat belahan dunia lain hanya dari layar monitor. Popularitas Google kini akan makin bertambah dengan kehadiran SketchUp, satu software aplikasi yang membantu dalam merancang gambar tiga dimensi. Dan yang penting, software ini gratis.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;Mudah dioperasikan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi, SketchUp merupakan solusi menarik bagi mereka yang menganggap pembuatan model objek tiga dimensi sebagai pekerjaan yang cukup rumit. Saat ini, untuk mempelajari beberapa program aplikasi yang ada, dibutuhkan waktu yang cukup lama. Sebut saja misalnya AutoCad, 3ds max, Maya, Revit, dan beberapa program lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dari segi ketersediaan dan kemampuan PC, program-program pembuatan gambar tiga dimenasi biasanya membutuhkan hardware dengan spesifikasi yang sangat tinggi, terutama untuk melakukan rendering. Ujung-ujungnya, orang banyak yang malas jika diharuskan mempelajari pembuatan perancangan objek tiga dimensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kehadiran SketchUp yang bisa di-download dari situs google–sejak diakuisisi dari @Last Software, bisa menumbuhkan kembali minat dalam pembuatan objek tiga dimensi. Program gratisan yang ditawarkan google ini pengoperasiannya sangat mudah dan tidak sesulit aplikasi program grafis pada umumnya. Meski gratis, banyak pekerjaan yang mampu digarap oleh SketchUp, mulai dari rancang bangun eksterior gedung, pembuatan model produk, model game, atau rancangan model tiga dimensi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Software aplikasi SketchUp sebesar 18,9 MB ini bisa diunduh melalui situs Google atau langsung dari alamat &lt;a href="http://www.sketchup.com/"&gt;http://www.sketchup.com/&lt;/a&gt;. Setelah selesai program instalasi, pengguna bisa langsung coba-coba mengakrabi program ini. Caranya, dengan membuka tutorial yang ada pada [Help]&gt;[Self-Paced Tutorial]. Di sana Anda akan mendapatkan tiga tahap tutorial. Setiap tahap menyuguhkan bagaimana cara menggunakan peranti SketchUp mulai dari alat-alat yang bisa digunakan, serta bagaimana mengatur pencahayaan, mengubah sudut pandang, dan mengubah tampilan objek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai komponen berisi berbagai objek 3D untuk berbagai bidang telah disediakan di sini, mulai dari model transfortasi, film, maupun arsitektur. SketchUp tidak menyediakan banyak command atau tool penggambaran, namun banyak yang dapat dibuat oleh tool yang sedikit tersebut. Objek berupa output hasil buatan SketchUp dapat ditempatkan di dalam Google Earth, meletakkannya di 3D Warehouse, atau mencetaknya di kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, di versi terbarunya yaitu SketchUp 6, adanya dukungan VRay menjadikan output hasilolahan SketchUp bisa menjadi lebih realistis lagi. Seperti diketahui, VRay adalah salah satu render engine yang populer untuk menghasilkan kualitas render yang mendekati kondisi yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc6600;"&gt;Fasilitas pendukung&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk melengkapi keberadaan SketchUp, Google juga menyediakan dua fasilitas lainnya yang berfungsi sebagai pendukung proses kerja pembuatan objek 3D. Kedua fasilitas tersebut adalah 3D Warehouse dan VRay for SketchUp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;3D Warehouse&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;3D Warehouse adalah fasilitas dari Google yang diperuntukkan bagi pengguna SketchUp berbagi pakai model (objek) SketchUp. Banyak sekali model-model gambar yang telah dibuat oleh komunitas pengguna SketchUp. 3D Warehouse bisa dikata sebagai pustaka bagi para pengguna SketchUp. Di dalam 3D Warehouse kita dapat mencari objek SketchUp yang dibutuhkan secara mudah, mulai dari aneka model bangunan yang sederhana sampai model bangunan dengan berbagai tingkat kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan model-model lainnya seperti aneka macam model transfortasi seperti mobil, motor, kereta api dan lain sebagainya. Semua itu bisa di-download ke dalam komputer kita, dan digabungkan dengan objek rancangan yang kita buat dalam SketchUp. Selain dapat men-download model orang lain, dalam 3D Warehouse kita juga dapat ikut menempatkan model buatan kita sendiri dengan cara upload ke dalam ruang 3D Warehouse.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, untuk dapat melakukan upload gambar yang kita buat tersebut, terlebih dahulu kita harus memiliki account Google, yang juga bisa didapat secara gratis. Jika model yang kita buat bisa di-upload, model yang telah kita buat dan tempatkan di 3D Warehouse tersebut dapat dipakai atau di-download oleh pengguna SketchUp lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran 3D Warehouse merupakan salah satu keunggulan dari SketchUp dibandingkan produk lainnya, karena tersedianya 3D Warehouse dengan berbagai macam gambar akan memperkaya gambargambar rancangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;VRay for SketchUp&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;VRay adalah sebuah render engine yang cukup banyak penggunanya, khusunya untuk render pembuatan gambar interior dan eksterior. VRay menggunakan tehnik irradiance map untuk mencapai global illumination yang baik. Teknik ini sama seperti yang digunakan oleh Final Render dan Mental Ray.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VRay disukai karena interface setting-nya sederhana dan mudah digunakan dengan kualitas yang tak kalah dibanding render engine lainnya. VRay merupakan program tambahan yang tidak terdapat di dalam SketchUp standar. VRay pada awalnya lebih dahulu populer dalam program modeling dan animasi 3D max dan Maya. Namun, saat ini pengguna SketchUp juga dapat menikmati VRay dengan tersedianya aplikasi VRay for SketchUp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan Vray for SketchUp, kita dapat menghasilkan image render dengan kualitas prima dan output gambar lebih realistik yang telah kita buat dalam aplikasi SketchUp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ada dua paket Sketchup yang disediakan Google yang mengembangkan software ini, yaitu Google SketchUp 6 (gratis) dan Google SketchUp Pro 6 yang harganya dibanderol 495 dolar AS. Untuk yang Pro, kita bisa berinteraksi (ekspor/impor) dengan software 3D yang lainnya. Namun, untuk belajar, versi gratisan sudah lebih dari sekadar mencukupi. (Tien Hartini)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/138133619/84fd0e1b/tutorial_sketchup.html"&gt;Tutorial Sketchup&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706445012300334527-4861250966702417091?l=civilengineerbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/feeds/4861250966702417091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2009/10/google-sketchup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/4861250966702417091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/4861250966702417091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2009/10/google-sketchup.html' title='Google Sketchup'/><author><name>Civil Engineer Bali</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ssa8snM7OmI/AAAAAAAAAB0/4O9yFlHsRz8/S220/IKKFB+small.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ssv6la18c1I/AAAAAAAAACk/ClLyUc1T5xg/s72-c/desain+dgn+skecthup.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706445012300334527.post-5657353266823252453</id><published>2009-10-06T11:26:00.003+08:00</published><updated>2011-04-21T14:45:48.637+08:00</updated><title type='text'>PROYEK BERMASALAH DAN UUJK NO. 18 TH 1999</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ssq5-pzZriI/AAAAAAAAACc/MNvqn9PRurU/s1600-h/retak+1.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389324390126693922" src="http://4.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ssq5-pzZriI/AAAAAAAAACc/MNvqn9PRurU/s400/retak+1.jpg" style="cursor: hand; display: block; height: 400px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 383px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #993300; font-size: 180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #993300; font-size: 180%;"&gt;PROYEK BERMASALAH DAN ANCAMAN PIDANA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Banyak yang tidak tahu (dan belum membaca) bahwa telah ada Undang-undang Jasa Konstruksi No. 18 tahun 1999. Yang memprihatinkan justru banyak orang-orang yang terlibat di usaha jasa konstruksi (kontraktor dan konsultan) yang belum pernah membacanya. Usia UUJK sudah sepuluh tahun, apa manfaatnya selama ini bagi dunia konstruksi di Indonesia? Sepertinya belum banyak manfaatnya, buktinya hampir setiap saat ada saja proyek bermasalah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Yang sudah dilaksanakan hanya ketentuan tentang perlunya orang-orang yang terlibat diusaha jasa konstruksi memiliki sertifikat keterampilan / keahlian. Maka diadakanlah proyek sertifikasi oleh berbagai lembaga, yang sudah tentu menambah beban bagi perusahaan atau orang perorang. Bayangkan, untuk mendapatkan sertifikat orang harus keluar uang jutaan. Sedangkan umur sertifikat hanya tiga tahun. Manfaat sertifikasi selama ini belum jelas kelihatan hasilnya. Orang yang sudah punya sertifikat dan yang tidak punya sertifikat sama saja, tetap bisa bekerja diproyek-proyek pemerintah. Dan walaupun orang yang terlibat disuatu proyek sudah punya sertifikat, belum menjamin proyeknya tidak bermasalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya dengan adanya UUJK proyek bermasalah bisa diminimalkan. Kalau merujuk UUJK, penyedia jasa yang bermasalah bisa dikenakan pasal pidana atau denda. Selama ini yang terjadi kebanyakan hanya diblacklist bagi penyedia jasa yang bermasalah, sedangkan proyeknya tetap dibiarkan bermasalah Dengan dipidana dan sudah tentu harus diblacklist juga, maka penyedia jasa akan berpikir seribu kali kalau mau bekerja tidak professional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggung jawab penyedia jasa (kontraktor atau konsultan) disebutkan dalam Pasal 26 UUJK :&lt;br /&gt;1. Jika terjadi kegagalan bangunan yang disebabkan karena kesalahan perencana atau pengawas konstruksi, dan hal tersebut terbukti menimbulkan kerugian bagi pihak lain, maka perencana atau pengawas konstruksi wajib bertanggung jawab sesuai dengan bidang profesi dan dikenakan ganti rugi.&lt;br /&gt;2. Jika terjadi kegagalan bangunan yang disebabkan karena kesalahan pelaksana konstruksi dan hal tersebut terbukti menimbulkan kerugian bagi pihak lain, maka pelaksana konstruksi wajib bertanggung jawab sesuai dengan bidang usaha dan dikenakan ganti rugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan tanggung jawab bagi pengguna jasa dinyatakan dalam Pasal 27 UUJK yang bunyinya : “Jika terjadi kegagalan bangunan yang disebabkan karena kesalahan pengguna jasa dalam pengelolaan bangunan dan hal tersebut menimbulkan kerugian bagi pihak lain, maka pengguna jasa wajib bertanggungjawab dan dikenai ganti rugi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggara pekerjaan konstruksi dapat dikenai sanksi administratif dan/atau pidana atas pelanggaran Undang-undang ini. Sanksi pidana dicantumkan dalam pasal 43 yang menyebutkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Barang siapa yang melakukan perencanaan pekerjaan konstruksi yang tidak memenuhiketentuan keteknikan dan mengakibatkan kegagalan pekerjaan konstruksi atau kegagalan bangunan dikenai pidana paling lama 5 (lima) tahun penjara atau dikenakan denda paling banyak 10% (sepuluh per seratus) dari nilai kontrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Barang siapa yang melakukan pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang bertentangan atau tidak sesuai dengan ketentuan keteknikan yang telah ditetapkan dan mengakibatkan kegagalan pekerjaan konstruksi atau kegagalan bangunan dikenakan pidana paling lama 5 (lima) tahun penjara atau dikenakan denda paling banyak 5% (lima per seratus) dari nilai kontrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Barang siapa yang melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan konstruksi dengan sengaja memberi kesempatan kepada orang lain yang melaksanakan pekerjaan konstruksi melakukan penyimpangan terhadap ketentuan keteknikan dan menyebabkan timbulnya kegagalan pekerjaan konstruksi atau kegagalan bangunan dikenai pidana paling lama 5 (lima) tahun penjara atau dikenakan denda paling banyak 10% (sepuluh per seratus) dari nilai kontrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan yang dimaksud dengan kegagalan bangunan dijelaskan pada Pasal 1 Ketentuan Umum UUJK point 6 : Kegagalan bangunan adalah keadaan bangunan, yang setelah diserahterimakan oleh penyedia jasa kepada pengguna jasa, menjadi tidak berfungsi baik sebagian atau secara keseluruhan dan/atau tidak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam kontrak kerja konstruksi atau pemanfaatannya yang menyimpang sebagai akibat kesalahan penyedia jasa dan/atau pengguna jasa;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh proyek bermasalah beberapa tahun yang lalu adalah konstruksi gedung salah satu rumah sakit kabupaten di Bali. Dipertengahan jalan proyek tersebut mangkrak yang ternyata disebabkan karena strukturnya tidak kuat. Pemkab bukannya mencari siapa yang harus bertanggungjawab terhadap masalah tersebut, tetapi malah mengeluarkan biaya lagi baik untuk mencari ahli struktur dan kontraktor untuk menambah kolom-kolom sebagai perkuatan. Seharusnya diperiksa letak kesalahannya, apakah pelaksanaannya atau perencanaannya yang salah. Selanjutnya tinggal terapkan saja pasal-pasal dalam UUJK sehingga biaya perbaikan bisa dibebankan kepada pihak yang bersalah…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706445012300334527-5657353266823252453?l=civilengineerbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/feeds/5657353266823252453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2009/10/proyek-bermasalah-dan-ancaman-pidana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/5657353266823252453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/5657353266823252453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2009/10/proyek-bermasalah-dan-ancaman-pidana.html' title='PROYEK BERMASALAH DAN UUJK NO. 18 TH 1999'/><author><name>Civil Engineer Bali</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ssa8snM7OmI/AAAAAAAAAB0/4O9yFlHsRz8/S220/IKKFB+small.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ssq5-pzZriI/AAAAAAAAACc/MNvqn9PRurU/s72-c/retak+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706445012300334527.post-2228488699581955835</id><published>2009-10-05T10:10:00.006+08:00</published><updated>2011-04-21T14:44:04.332+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DSDP'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='limbah cair'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sewerage'/><title type='text'>Denpasar Sewerage Development Project</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/SslWGOxbhXI/AAAAAAAAACU/DStZVCjXAY8/s1600-h/S3014907.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388933094170133874" src="http://3.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/SslWGOxbhXI/AAAAAAAAACU/DStZVCjXAY8/s400/S3014907.JPG" style="display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/SslWGOxbhXI/AAAAAAAAACU/DStZVCjXAY8/s1600-h/S3014907.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #006600; font-size: 180%;"&gt;DSDP, bersih itu mahal.....&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Denpasar Sewerage Development Project&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (DSDP) adalah proyek pembangunan jaringan limbah cair untuk kota Denpasar. Studi kelayakan proyek ini mulai dibuat sejak tahun 1993, Detail Engineering Design mulai dibuat tahun 1997 dan masa konstruksi (Phase I) mulai tahun 2003 dan rampung tahun 2008. Wilayah yang sudah dikerjakan adalah Kota Denpasar, Sanur dan Kuta (Seminyak dan Legian). Sedangkan untuk wilayah kelurahan Kuta belum dilaksanakan karena pada ssat itu ada penolakan dari sebagian masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sistem yang dipakai &lt;i&gt;&lt;b&gt;DSDP&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; adalah system gravitasi. Untuk wilayah dalam kota Denpasar, full system gravitasi. Sedangkan untuk Sanur dan Kuta, karena kontur yang tidak memungkinkan dibuatkan rumah pompa (Pumping Station) masing-masing di Jalan Danau Tempe untuk wilayah Sanur dan di Br. Abianbase untuk wilayah Kuta. Pumping Station dibuat untuk menaikkan elevasi pipa karena pada titik-titik tersebut galian pipa sudah mencapai kedalaman 7 meter. Di wilayah Sanur, lagi-lagi karena kontur tanah, dibeberapa tempat dibuatkan Wet Pit Pumping Station untuk menaikkan elevasi pipa, seperti di wilayah Bumi Ayu. Untuk lokasi dimana pipa harus melintasi sungai, dipakai metode siphon apabila elevasi dasar sungai lebih rendah daripada elevasi dasar pipa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya yang sudah dihabiskan untuk membangun jaringan &lt;i&gt;&lt;b&gt;DSDP &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Phase I sudah ratusan miliar. Konsultan yang mendesain dan melakukan supervisi sudah pasti dari negara yang memberi kita pinjaman (baca: hutang), yaitu Pacific Consultan International (PCI) konsorsium dengan konsultan lokal Indonesia. Kontraktor yang mengerjakan fisiknya juga konsorsium perusahaan BUMN dan perusahaan Jepang khusus untuk nilai kontrak di atas 100 miliar (International Competitive Bidding), sedangkan untuk nilai kontrak dibawah 100 miliar sebagian besar dikerjakan oleh BUMN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya konstruksi yang mahal dan biaya operasional serta maintenance yang mahal adalah wajar untuk mendapatkan lingkungan yang bersih dan sehat. Kalau upaya penyehatan lingkungan tidak dimulai dari sekarang, biaya konstruksi akan semakin membengkak akibat semakin padatnya wilayah. Kerugian akan jauh lebih besar apabila lingkungan kita tidak sehat, pariwisata yang kita andalkan akan lesu darah akibat tamu-tamu sudah pasti akan menjauhi wilayah yang tidak sehat. Pemerintah tidak boleh mundur, harus jalan terus untuk melanjutkan pembangunan jaringan air limbah phase kedua. Biarkan orang mencibir “&lt;b&gt;DSDP&lt;/b&gt; berbiaya mahal tapi tidak maksimal”. Hasil dari kerja keras pemerintah akan kelihatan beberapa tahun kemudian. Pihak legislatif juga harus mendukung penuh, dengan cara membuat anggaran yang cukup agar operational dan maintenance &lt;i&gt;&lt;b&gt;DSDP&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; berjalan dengan baik. Pemerintah harus mensubsidi biaya operational dan maintenance tersebut, karena tidak mungkin badan yang mengelola &lt;i&gt;&lt;b&gt;DSDP&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; hidup dari pungutan konsumen. Lebih baik biaya kunjungan pejabat dan dewan keluar negeri dihilangkan untuk selanjutnya dipakai mensubsidi biaya operasional dan maintenance &lt;i&gt;&lt;b&gt;DSDP&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Itu jauh lebih bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706445012300334527-2228488699581955835?l=civilengineerbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/feeds/2228488699581955835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2009/10/dsdp-bersih-itu-mahal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/2228488699581955835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/2228488699581955835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2009/10/dsdp-bersih-itu-mahal.html' title='Denpasar Sewerage Development Project'/><author><name>Civil Engineer Bali</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ssa8snM7OmI/AAAAAAAAAB0/4O9yFlHsRz8/S220/IKKFB+small.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/SslWGOxbhXI/AAAAAAAAACU/DStZVCjXAY8/s72-c/S3014907.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706445012300334527.post-9017227621971669129</id><published>2009-10-02T09:45:00.006+08:00</published><updated>2011-04-21T14:43:11.867+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Structural Analysis Program'/><title type='text'>ANALISA STRUKTUR</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/SsVb-fdOeDI/AAAAAAAAABQ/OvS2EG_fyco/s1600-h/wantilan2_V9_V11.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387813658372765746" src="http://3.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/SsVb-fdOeDI/AAAAAAAAABQ/OvS2EG_fyco/s320/wantilan2_V9_V11.jpg" style="cursor: hand; height: 270px; width: 324px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 78%;"&gt;Analisa Struktur Wantilan, dengan konstruksi beton&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;MUDAHNYA MENGHITUNG STRUKTUR &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oleh : Nyoman Upadhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika belum mengenal program computer untuk struktur, kira-kira tahun 1988, saya membayangkan bagaimana susahnya menghitung struktur gedung 10 lantai. Yang ada dalam pikiran adalah menghitung manual dengan menyederhanakan gedung menjadi portal 2 dimensi. Padahal sebenarnya CSI (di Amerika sana) sudah sejak tahun 60an mengembangkan program struktur, salah satunya SAP (Structural Analysis Program).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Program SAP yang saya kenal pertama adalah SAP80 pada sekitar 1989, yang bisa dijalankan pada computer XT. Yang mengenalkan adalah kakak kelas melalui himpunan mahasiswa sipil ITS yang dengan sukarela memberi kursus gratis di kampus. Cara input datanya cukup rumit, tidak seperti SAP2000 yang semuanya bisa dijalankan dengan klik mouse. Karena saya mendapat ilmu SAP secara gratis, maka pada tahun 1991 saya mengenalkan secara gratis dan sukarela juga program SAP90 kepada teman-teman di Bali. Ketika itu banyak mahasiswa Bali yang tertarik, bahkan ada yang datang ke tempat kos saya di Surabaya untuk mendapatkan buku/manualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perkembangan IT yang begitu menakjubkan, maka saat ini belajar SAP adalah sesuatu yang gampang. Namanya sekarang adalah SAP2000 yang sudah terintegrasi dengan program Windows. Didalam program SAP2000 sudah disediakan manual dan prinsip-prinsip perhitungan dalam format PDF. Bagi yang susah mengerti dalam bahasa Inggris, bisa ke toko buku dan mencari buku cara praktis belajar SAP2000 langsung aplikasi, bukan teori. Jangan membayangkan susah sebelum mencobanya. Bagi mahasiswa teknik sipil seharusnya lebih cepat familiar dengan program ini, karena sudah menguasai prinsip dasar hitungan struktur dan pembebanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo, tunggu apalagi? Belajar SAP bagi sarjana teknik sipil merupakan suatu keharusan, karena tidak mungkin mau menghitung struktur dengan cara manual. Yang harus diperhatikan adalah jangan menggunakan program bajakan……&lt;br /&gt;Mau belajar lebih lanjut? Kunjungi alamat ini &lt;a href="http://www.kursus-sap2000.com/"&gt;http://www.kursus-sap2000.com/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706445012300334527-9017227621971669129?l=civilengineerbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/feeds/9017227621971669129/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2009/10/analisa-struktur-wantilan-dengan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/9017227621971669129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/9017227621971669129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2009/10/analisa-struktur-wantilan-dengan.html' title='ANALISA STRUKTUR'/><author><name>Civil Engineer Bali</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ssa8snM7OmI/AAAAAAAAAB0/4O9yFlHsRz8/S220/IKKFB+small.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/SsVb-fdOeDI/AAAAAAAAABQ/OvS2EG_fyco/s72-c/wantilan2_V9_V11.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706445012300334527.post-9159754973698630158</id><published>2009-10-01T04:54:00.006+08:00</published><updated>2011-04-21T14:41:14.692+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konstruksi Silo'/><title type='text'>KONSTRUKSI SILO SEMEN</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/SsPGqKjJ9iI/AAAAAAAAAA4/e6CbtgbfElg/s1600-h/18.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387368006953858594" src="http://3.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/SsPGqKjJ9iI/AAAAAAAAAA4/e6CbtgbfElg/s320/18.jpg" style="cursor: hand; height: 230px; width: 331px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #3333ff; font-size: 180%;"&gt;Bagaimana Silo dibangun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;oleh : Nyoman Upadhana&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Silo adalah tempat penampungan bahan semen atau semen yang biasanya ada di setiap pabrik semen. Di Bali, Silo ada di Singaraja yang dipakai untuk menampung semen produksi pabrik Semen Gresik dan Semen Tonasa. Semen curah hasil produksi kedua pabrik tersebut diangkut dengan kapal khusus untuk ditampung di silo. Dari Silo tersebut kemudian dipacking dijadikan semen dalam bentuk zak, dan sebagian diangkut dengan truck kapsul untuk memenuhi permintaan beberapa pengusaha beton ready mix.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di pabrik Semen Gresik di Tuban (1992) saya ikut membantu menangani 2 buah Homogenezing Silo dan 4 buah Semen Silo. Sedangkan di pabrik Semen Tonasa, saya menangani full time 2 buah Blending Silo. Konstruksi semua silo tersebut hampir sama, beton bertulang dengan tambahan gaya prategang (post tension).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diameter blending silo yang dibuat di pabrik semen tonasa sebesar 21 meter. Tebal dinding bagian bawah sampai ketinggian 20 meter adalah 1.2 meter. Setelah ketinggian 20 meter ketebalan dinding dibuat 60 cm. Ketinggian blending silo adalah 70 meter. Kabel prestress dipasang pada dinding ketebalan 60 cm, sedangkan pada dinding setebal 1.2 m tidak dipasang kabel prestress. Jarak kabel prestress bervariasi mulai dari 30 cm sampai 60 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistim formwork (bekesting) yang dipakai adalah sistim slipforming yang dapat bergerak naik secara otomatis kurang lebih 30 cm setiap jam. Alat yang menggerakkan slipform adalah beberapa jack yang ditempatkan di tengah-tengah ketebalan dinding. Jack merambat naik pada sebatang besi (jack rod / climbing rod) yang ditanam didalam beton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengecoran dilaksanakan selama 24 jam nonstop, sampai dinding mencapai ketinggian tertentu yang telah direncanakan. Pengecoran tidak boleh berhenti kecuali telah mencapai ketinggian tertentu dimana tower crane harus dinaikkan ketinggiannya. Pernah kita tidak berhenti melaksanakan pengecoran selama 24 jam sepanjang 6 hari berturut-turut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat awal (hari pertama) memulai pengecoran memang sulit karena harus mengkoordinasikan beberapa tenaga yang tugasnya berbeda-beda. Ada group tukang cor, ada group tukang pembesian, ada group tukang finishing dinding luar dan dalam, ada group tukang las yang tidak pernah berhenti menyambung jack rod, ada tukang pasang tendon prestress, dan ada satu group khusus memantau slipform agar bergerak naik secara bersamaan disepanjang keliling dinding. Ada juga surveyor yang bertugas memantau vertikal tidaknya dinding silo. Karena pengecoran secara terus menerus, maka tenaga dibagi 2 ship. Satu group bertugas siang hari dan satu lagi bertugas malam hari. Pada minggu berikutnya shipnya dibalik, yang malam bertugas siang dan yang siang bertugas malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang banyak menguras tenaga dan pikiran adalah pada saat melaksanakan eksperimen di lab beton, dimana untuk sistim slipforming jenis beton yang dipakai tidak sembarangan. Harus diperhitungkan kapasitas produksi tower crane sehingga didapat waktu yang dibutuhkan untuk sekali cor keliling dinding, maka akan didapat berapa setting time beton yang diperlukan. Beton yang pertama dituang tidak boleh setting sampai seluruh keliling dinding diisi beton. Sebulan lebih bereksperimen di lab, untuk mendapatkan beton dengan setting time yang dibutuhkan. Segala macam additive beton dipakai, tetapi tidak berhasil. Tidak seperti waktu mengerjakan silo di semen gresik, yang lebih mudah mendapatkan beton dengan setting time yang diperlukan.&lt;br /&gt;Akhirnya didapat kesimpulan ternyata semen yang dipakai oleh readymix adalah semen curah yang suhunya masih tinggi, sehingga setting time menjadi sangat cepat walaupun diberi additive. Satu-satunya cara adalah memakai semen zak yang sudah mengendap di gudang sampai suhu semen turun. Akan tetapi pihak pabrik semen tonasa tidak bisa memenuhinya, akhirnya saya usulkan agar dipakai air es untuk mencampur beton di batching plant sehingga diharapkan temperature beton menurun dan setting time beton tercapai. Semua orang tertawa mendengar ide tersebut, dan tentu saja tidak dipakai/tidak disetujui. Pengecoran dilakukan dengan beton biasa dan tambahan additive saja. Hasilnya? Ketika slipforming dinaikkan, beton langsung crack dan keropos, karena setting time beton terlalu cepat. Harusnya slipforming dinaikkan sebelum setting time beton tercapai. Pada akhirnya, setelah kegagalan pengecoran pertama, maka usul pemakaian air es dipenuhi. Maka dibuatlah bak penampung es balok di batching plant untuk mendinginkan air pencampur beton. Setiap memulai pengecoran didatangkan satu kontainer es balok dari kota Ujung Pandang (sekarang Makassar). Hasil pengecoran otomatis bagus karena setting time beton terpenuhi……………&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706445012300334527-9159754973698630158?l=civilengineerbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/feeds/9159754973698630158/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2009/10/bagaimana-silo-dibangun-oleh-nyoman.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/9159754973698630158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/9159754973698630158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2009/10/bagaimana-silo-dibangun-oleh-nyoman.html' title='KONSTRUKSI SILO SEMEN'/><author><name>Civil Engineer Bali</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ssa8snM7OmI/AAAAAAAAAB0/4O9yFlHsRz8/S220/IKKFB+small.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/SsPGqKjJ9iI/AAAAAAAAAA4/e6CbtgbfElg/s72-c/18.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706445012300334527.post-3445074471974952435</id><published>2009-09-30T10:16:00.003+08:00</published><updated>2011-04-21T14:42:12.273+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sertifikasi sarjana'/><title type='text'>SERTIFIKASI DAN UUJK NO.18 THN. 1999</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #ff6600; font-family: georgia; font-size: 180%;"&gt;&lt;b&gt;SERTIFIKASI SARJANA&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Nyoman Upadhana&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Undang-undang No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi mewajibkan setiap orang yang terlibat dalam usaha jasa konstruksi memiliki sertifikat baik itu sertifikat keahlian maupun sertifikat keterampilan. Untuk orang-orang dengan keterampilan tertentu, misalnya tukang las professional memang wajar harus punya sertifikat keterampilan yang menunjukkan bahwa dia memang terampil dalam bidang las.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Yang masih mengganjal dalam pikiran saya, mengapa seorang sarjana teknik diwajibkan punya sertifikat keahlian? Misalnya untuk seorang perencana, menurut undang-undang dia harus punya sertifikat ahli dalam bidang perencanaan. Padahal seorang sarjana teknik memang dicetak untuk bisa sebagai perencana. Menurut saya, pengertian sarjana adalah orang yang ahli dibidangnya. Lulusan D3 diberi gelar Amd (ahli madya), jadi wajar S1 berhak disebut ahli. Untuk apa mendapat ijazah S1 kalau kemudian harus mencari sertifikat keahlian di luar kampus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan sertifikat keahlian/keterampilan bukan tanpa biaya. Perlu biaya jutaan untuk mendapatkannya. Saya pernah disodori tabel biaya untuk mendapatkan sertifikat keahlian dari sebuah asosiasi ahli teknik. Untuk mendapat sertifikat Ahli Utama harus rela merogoh kocek 12 juta lebih. Umur sertifikat (masa laku) hanya 3 tahun, setelah itu kita perlu registrasi ulang dan sudah tentu kena biaya lagi. Yang kemudian membuat jengkel adalah setelah mendapat sertifikat ahli, tidak ada perusahaan yang mau membayar salary lebih dari standar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan sertifikasi adalah menciptakan orang-orang mumpuni dibidangnya. Kalau sekarang banyak sarjana teknik sipil yang kemampuannya diragukan, sebenarnya bukan sertifikasi jalan keluarnya. Menurut saya, yang harus diperketat adalah keluarnya ijazah sarjana dari kampus. Begitu mudahnya sekarang orang lulus sarjana teknik, dengan indeks prestasi diatas 3. Memang tidak semua perguruan tinggi longgar dalam kelulusan, tapi sebagian besar longgar dan gampangan. Tidak seperti jaman saya dulu, mencari indeks prestasi 2.5 saja bukan main sulitnya (bahkan sampai rontok rambut saya karena harus belajar dan belajar untuk IP 3). Ada beberapa teman yang harus drop out karena tidak mampu mengikuti perkuliahan. Sekarang ? PT saling berlomba mencetak sarjana, bahkan membuka program ekstensi segala. Ribuan sarjana teknik sipil lulus tiap tahunnya di Indonesia. Akibatnya, over supply tenaga teknik sipil yang ujung-ujung berimbas pada rendahnya salary. Sudah salary rendah, diwajibkan lagi keluar biaya untuk sertifikasi. Pusinglah para sarjana……….&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706445012300334527-3445074471974952435?l=civilengineerbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/feeds/3445074471974952435/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2009/09/sertifikasi-sarjana-undang-undang-no.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/3445074471974952435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706445012300334527/posts/default/3445074471974952435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://civilengineerbali.blogspot.com/2009/09/sertifikasi-sarjana-undang-undang-no.html' title='SERTIFIKASI DAN UUJK NO.18 THN. 1999'/><author><name>Civil Engineer Bali</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://2.bp.blogspot.com/_bwykvTYCrrs/Ssa8snM7OmI/AAAAAAAAAB0/4O9yFlHsRz8/S220/IKKFB+small.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
