Recent Posts

Minggu, 06 Oktober 2013

DESJOYAUX-MEMBUAT KOLAM RENANG PRAKTIS DAN CEPAT

(DESJOYAUX)

Kebutuhan kolam renang akhir-akhir ini semakin meningkat sejalan dengan semakin bertambahnya orang-orang kaya dan juga efek dari perkembangan pariwisata di Bali. Hampir semua villa membuat kolam renang sebagai fasilitas tambahan. Belum lagi setiap hotel yang baru dibangun pasti membutuhkan kolam renang. 

Banyak orang masih berpikiran bahwa kolam renang harus dibuat dari beton bertulang, kemudian dilapisi lapisan kedap air (waterproofing), dilanjutkan dengan pemasangan penutup dengan keramik atau batu alam. Mereka juga berpikiran harus ada instalasi perpipaan dan harus dibuatkan ruang pompa untuk system penjernihan (filtrasi) air kolam. Kolam yang dibuat seperti ini akan membutuhkan waktu konstruksi yang lama dan biaya pemeliharaan yang cukup tinggi.  

Tahukah anda bahwa sejak tahun 80an sebenarnya sudah diperkenalkan konsep kolam renang yang praktis dan cepat dalam pembuatan serta rendah biaya operasional? Penulis sempat terlibat dalam pembuatan kolam seperti ini di Hotel DPenjor Seminyak. Pelaksanaannya cukup mudah dan cepat, tidak ada system plumbing yang ribet karena pompa penjernihnya menggunakan system portable yang sudah dilengkapi lampu penerang sehingga tidak perlu menanam lampu di dasar atau dinding kolam. Kolam ini dibuat oleh perusahaan kolam renang Prancis yaitu DESJOYAUX SISTEM. 

Pekerjaan awalnya hampir sama dengan kolam renang konvensional yaitu pekerjaan penggalian dan pembuatan beton lantai kerja. Sebelum cor lantai kerja kondisi tanah dasar harus diperhatikan, jika berupa rawa dapat distabilisasi dengan cerucuk bambu kemudian dipasang anyaman bambu (gedek) dan diurug dengan limestone. Lantai kolam tetap menggunakan konstruksi beton bertulang, sedangkan konstruksi dinding menggunakan panel-panel pabrikan Desjoyaux yang diisi cor beton. Konstruksi kolam sangat aman terhadap gerakan tanah, dinding kolam tidak akan pecah/retak . 
Stabilisasi tanah dasar dengan cerucuk bambu

STRUKTUR DESJOYAUX SISTEM 
Struktur Desjoyaux menggunakan sistem panel disebut : DESCO (Permanent Active Casing) yang mampu mereduksi penggunaan jumlah beton hingga menjadi 80% serta mendapatkan sertifikat dari VERITAS, sebuah badan sertifikasi Internasional yang menjaga standar kualitas mutu suatu produk beton. 
Kelebihan penggunaan produk ini : 
• Kecepatan instalasi produk ( kolam siap renang dalam 1 – 2 minggu ) untuk ukuran kolam private. 
• Beban konstruksi lebih ringan karena material DESCO dari bahan polyprophylene dan penggunaan beton yang lebih sedikit, sehingga struktur kolam aman jika terjadi pergerakan tanah. 
• Dapat dibentuk sesuai dengan design yang diinginkan. 

Pembesian lantai dan pemasangan panel dinding

Cor lantai dan panel dinding Desjoyaux

FINISHING  KOLAM DESJOYAUX
LINER adalah bahan finishing yang terbuat dari Reinforced PVC dengan U.V Resistant dengan ketebalan 1.5 mm, sebagai pengganti material finishing keramik yang telah umum digunakan. 
Keunggulan dari liner : 
• Pemasangan bahan di lapangan lebih cepat (2-4 hari untuk ukuran kolam private pada umumnya) 
• Apabila terjadi pergeseran pada permukaan tanah yang mengakibatkan keretakan konstruksi, kolam renang tetap tidak mengalami kebocoran karena sifat elastisitas bahan (seperti karet). 
• Apabila terjadi kebocoran (misalkan karena terkena benda tajam) maka dalam kondisi permukaan tertentu, liner dapat diperbaiki tanpa menguras air kolam. 
• Proses maintenance lebih mudah dibandingkan dengan system kolam renang lainnya 
Finishing, pemasangan LINER

Pembuatan logo di dasar kolam


SISTEM FILTRASI 
DESJOYAUX berhasil mengembangkan suatu sistem filtrasi bagi sirkulasi air kolam renang. Pengalaman ini menghasilkan suatu produk dengan keuntungan baru sebagai berikut : 
• Tidak menggunakan sistem pemipaan bawah tanah sehingga terhindar dari kemungkinan-kemungkinan pipa mampat, pengapuran ataupun kebocoran yang disebabkan oleh kelalaian pemasangan instalasi dan akibat dari penggunaan chemical di kolam renang. 
• Mesin filtrasi yang ditempatkan langsung di sisi kolam dimaksudkan agar tenaga yang dihasilkan pompa dapat semaksimal mungkin dimanfaatkan untuk mendorong sirkulasi air, dengan kata lain tenaga pompa tidak hilang pada pemipaan (Total Head Lost) 
• Maintenance kolam menjadi jauh lebih mudah, karena semua fungsi filtrasi disatukan dalam satu bagian pompa. Pencucian filter bag (penyaring) dapat dilakukan hanya dengan penyemprotan air kran. 
• Sistem filtrasi Desjoyaux merupakan penyempurnaan dari sistem filtrasi skimmer box, dengan tidak lagi memerlukan ruang pompa dan balancing tank sehingga pemanfaatan ruang untuk area kolam menjadi seluas-luasnya. 
• Depression Rotating Water System mensirkulasi air kolam 18 m3/jam dengan Daya jangkau (Effective Filtration Area) mencapai 12 meter dan standard Internasional untuk Turn over dalam 6 jam = 108 m3. 
• Daya penyaringan filter bag hingga 6 microns - 15 microns 
• Dapat dilengkapi dengan Turbo Jet System untuk olahraga air dengan fasilitas berenang lawan arus (Cross Current Swimming) dengan kecepatan 24 km/jam, Hydrotherapy dan Tonic Massage. 
• Pemakaian daya listrik 450 Watt untuk pompa dan 50 Watt untuk lampu. 
Sistem Filtrasi, pompa portabel


GARANSI INTERNASIONAL 
Sebagai perwujudan after sale service kami, maka DESJOYAUX memberikan garansi untuk produk-produk kami, antara lain : 
• Garansi keretakan konstruksi desco panel selama 10 tahun. 
• Garansi kebocoran finishing liner selama 10 tahun. (Chemical & Operation Manual standar Desjoyaux dan kerusakan bukan disebabkan oleh benda tajam). 
• Garansi casing filtration selama 5 tahun. 
• Garansi pompa Desjoyaux selama 2 tahun.
Selengkapnya ...

Sabtu, 21 September 2013

GOR KOJA ROBOH, SALAH SIAPA?


Robohnya sebagian bangunan Gor Koja Jakarta terjadi pada saat pelaksanaan konstruksi. Berdasarkan informasi, kegagalan konstruksi terjadi pada saat pengecoran (Kamis, 19 September 2013). Pengecoran menggunakan beton ready mix dan alat bantu pompa beton (concrete pump). Dilihat dari tayangan di televisi, sistim bekesting menggunakan kayu dan multipleks dan disokong dengan perancah besi (scaffolding). Sepintas kelihatan sudah sesuai standar bekesting yang sering dipakai di pekerjaan struktur bangunan tinggi. Nah, mengapa bisa roboh sehingga menimbulkan korban luka?  
Jawabannya adalah kekuatan system bekesting tidak mampu menahan beban diatasnya yang berupa beton segar. Disamping akibat tidak mampu menahan beban gravitasi, keruntuhan kemungkinan bisa disebabkan hentakan beton yang dikeluarkan oleh alat concrete pump. Sistim bekesting yang akan dipakai seharusnya dihitung kekuatannya sebelum dituangkan dalam gambar kerja. Perhitungan kekuatan bekesting tidaklah terlalu sulit, cukup menggunakan rumus konstruksi kayu dan konstruksi baja untuk memeriksa kemampuan/daya dukung scaffolding. Konsultan pengawas wajib meminta perhitungan kekuatan pada kontraktor sebelum pekerjaan bekesting dimulai. Dalam pelaksanaannya, konsultan pengawas juga wajib memeriksa cara pemasangan bekesting dan perancahnya, mulai dari dudukan scaffolding, jarak antar scafolding sampai pemasangan kayu dudukan multipleksnya. Jika prosedur ini tidak diikuti, dan terjadi kegagalan bangunan saat pelaksanaan, maka seharusnya yang bertanggung jawab adalah kontraktor dan konsultan pengawas. 
Makanya, jika tidak ingin repot diperiksa oleh yang berwajib (bisa dipidana juga) sebaiknya ikuti prosedur dalam pelaksanaan konstruksi. Perhitungan teknis untuk pelaksanaan tidaklah sulit, jauh lebih sulit menghitung struktur dalam proses desain. Dan jangan sekali-sekali menganggap remeh pekerjaan bekesting, karena sudah sering terjadi kegagalan konstruksi akibat tidak kuatnya sistim bekesting. Kegagalan bekesting menyebabkan pembengkakan biaya konstruksi dan kemungkinan sanksi pidana dan denda……
Selengkapnya ...

Sabtu, 19 Januari 2013

PROYEK HAMBALANG, MENGAPA BERMASALAH? #2


REKAYASA TENDER PROYEK HAMBALANG



Dari hasil pemeriksaan oleh BPK untuk proyek Hambalang ditemukan bahwa semua proses lelang, mulai dari proses prakualifikasi sampai penetapan pemenang lelang dibuat dan dieavaluasi sendiri oleh calon pemenang. Rupanya rekayasa tender seperti ini masih terjadi dijaman reformasi. Berarti tidak ada bedanya dengan jaman orde baru. Adanya KPK ternyata tidak memberi rasa takut kepada perusahaan-perusahaan besar termasuk perusahaan pelat merah (BUMN) untuk berlaku curang. Dari hasil pemeriksaan BPK, seharusnya banyak orang yang akan masuk bui dan banyak perusahaan kena blacklist.

Pelaksanaan pekerjaan yang mencakup perencanaan konstruksi, manajemen konstruksi, dan konstruksi fisik merupakan pekerjaan yang saling terkait pada proyek Hambalang. Panitia Pengadaan yang dibentuk oleh Ses Kemenpora dengan SK nomor 0093.b Tahun 2010 Tanggal 12 April 2010 melakukan proses pemilihan para rekanan pelaksana untuk ketiga jenis pekerjaan tersebut dengan metode pelelangan umum pra kualifikasi.


Selengkapnya ...

Kamis, 03 Januari 2013

Menteri PU Kapok Bangun Infrastuktur dari Utang



Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mengurangi pinjaman luar negeri. Hal tersebut lantaran persyaratan pinjaman luar negeri dirasa sangat rumit dan menyulitkan sehingga tidak jarang menganggu berlangsungnya pekerjaan di lapangan.

Menurut Menteri PU Djoko Kirmanto kemampuan APBN Indonesia saat ini cukup kuat untuk menanggung program kerja Kementerian PU. Pada tahun ini, dari Rp77,97 triliun dana Kementerian PU hanya Rp7,8 triliun yang merupakan pinjaman luar negeri.





Selengkapnya ...

Senin, 31 Desember 2012

PROYEK HAMBALANG, MENGAPA BERMASALAH? #1



Proyek pembangunan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Prestasi Olahraga Nasional Hambalang di Bogor memang misterius. Disebut misterius karena banyak hal yang masih tersembunyi dibalik proyek tersebut. Mulai dari misteriusnya anggaran, yaitu semula dianggarkan 125 milyar, kemudian 200 an milayar, sampai menjadi 1,2 triliun dan 2,4 triliun.
Banyak keanehan muncul setelah amblesnya salah satu bangunan di proyek tersebut. Dari sisi teknik, seorang ahli geologi menyatakan kondisi tanah di bukit Hambalang tidak cocok untuk bangunan lebih dari 2 lantai. Kalau benar lapisan tanah di lokasi tersebut tidak cocok untuk bangunan seperti proyek Hambalang, siapakah yang merekayasa kajian teknisnya sehingga dihasilkan gambar perencanaan seperti yang terbangun sekarang? Tentu saja disini pasti melibatkan sarjana teknik sipil (civil engineer). Hanya sarjana teknik sipil yang bisa menghitung konstruksi bangunan, mulai dari substructure (pondasi) sampai upperstucture (bangunan atas). Tanggung jawab seorang civil engineer untuk proyek sebesar Hambalang tentu berada dibawah sebuah badan usaha (konsultan perencana). Kalau suatu saat terjadi keruntuhan bangunan (kegagalan bangunan) yang disebabkan oleh kesalahan hitungan teknis, tentu konsultan perencana harus bertanggung sesuai UUJK No. 18 Tahun 1999 selama masa jaminan konstruksi yang tercantum dalam kontrak (5-10 tahun).
Selengkapnya ...

Kamis, 15 September 2011

MENJEBOL MUTU PROYEK


Editorial Media Indonesia yang disiarkan oleh Metro TV pada hari Sabtu tanggal 3 September 2011 cukup membikin merah muka para civil engineer idealis di negeri ini. Tidak terkecuali saya, walaupun saya tidak berani menyebut diri sebagai seorang idealis. Betapa persepsi masyarakat terhadap suatu proyek begitu negatifnya, terutama terhadap proyek-proyek pemerintah. Setiap mendengar kata proyek, maka masyarakat awam akan menganggap proyek itu isinya mark up, tipu menipu, KKN, penyimpangan bestek dan lain-lain yang negatif.

Padahal tidak semua proyek isinya tipu-menipu dan KKN. Masih ada kontraktor yang bertanggung jawab terhadap mutu. Masih banyak di negeri ini insinyur sipil yang idealis, yang tidak mau menggadaikan ilmu dan idealismenya demi rupiah. Akan tetapi hal-hal yang baik jarang muncul dan diberitakan. Mungkin dianggap kerja yang baik dan professional memang tugasnya para insinyur sehingga tidak perlu diberitakan. Yang perlu diberitakan yang jelek-jelek agar para insinyur punya rasa malu dan mau berubah kearah yang lebih baik.

Resiko bekerja jelek sudah pasti ada akibatnya. Proyek bisa bermasalah secara teknis dan menyebabkan kegagalan bangunan jika dikerjakan dengan penyimpangan spek. Kalau sudah terjadi kegagalan bangunan maka sanksi pidana dan denda bisa mengancam pihak yang terlibat sesuai UUJK No. 18 Tahun 1999. Sedangkan resiko bekerja dengan memainkan angka-angka (markup dan penyunatan anggaran) bisa menyebabkan proyek ambruk dan salah-salah dijerat tindak pidana korupsi.

Pilihan ada pada para insinyur. Mau bekerja dengan baik sehingga bisa tidur nyenyak tanpa dibayangi sanksi pidana, atau mau cari materi sebanyak-banyaknya sehingga dibayang-bayangi ruang penjara? Mari kita manfaatkan ilmu kita untuk kebaikan negeri ini.

Inilah kutipan Editorial Media Indonesia beserta komentar negative masyarakat terhadap proyek-proyek pemerintah.

Menjebol Mutu Proyek
Sabtu, 03 September 2011 00:00 WIB

TRAGEDI terjadi lagi. Meski tidak menelan nyawa, ratusan ribu orang merintih kekurangan air bersih. Itu bukan terjadi nun jauh di sana di pelosok negeri ini, melainkan di ibu kota negara, Jakarta.

Tanggul Kanal Tarum Barat di Kalimalang, Jakarta Timur, jebol pada Rabu (31/8). Air dari tanggul itu merupakan bahan baku air bersih untuk kebutuhan warga Jakarta. Akibat ambruknya tanggul, pasokan air bersih untuk rumah tangga, industri dan perkantoran di Jakarta Pusat, dan sebagian Jakarta Barat serta Jakarta Utara pun terganggu.

Istana Presiden, Balai Kota DKI, dan Gedung DPR tidak luput dari kekurangan pasokan air bersih. Truk tangki air bersih hilir mudik memenuhi pasokan air bersih di tiga gedung istimewa itu.

Telah menjadi kebiasaan, setelah musibah barulah para pejabat ramai-ramai meninjau lokasi. Aneka argumentasi dan teori pun keluar sebagai jurus pembelaan diri.

Divisi Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, misalnya, berkilah bahwa salah satu penyebab ambruknya tanggul ialah pencurian air melalui pipa-pipa liar.

Perum Jasa Tirta II sebagai pemilik tanggul Kanal Tarum Barat sudah jauh hari mencatat ada 4.000 titik pengambilan air secara ilegal.

Tidak hanya itu. Pembangunan 54 jembatan penyeberang yang melintasi kali dengan tiang-tiang besi ikut melonggarkan kerekatan tanah. Selain itu, pemasangan tiang pancang jalan layang Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di samping dinding kali merusak konstruksi tanah.

Tanggul yang jebol itu baru berusia 40 tahun, padahal tanggul itu dibangun dengan konstruksi berkekuatan hingga usia 100 tahun.

Mudah ditebak mengapa kekuatan tanggul hanya berumur 40% dari yang seharusnya. Ini satu lagi bukti bahwa mutu proyek dijebol untuk membuncitkan pundi-pundi kontraktor dan aparat.

Sudah menjadi pengetahuan publik bahwa biaya proyek pemerintah selalu ditalangi terlebih dahulu oleh kontraktor. Kontraktor pun tahu bahwa nilai proyek sudah disunat kemudian dikaveling-kaveling sebagai upeti untuk disetor ke DPR, pejabat terkait, dan makelar anggaran.

Yang menjadi pertanyaan mengapa Perum Jasa Tirta membiarkan berlarut-larut walau telah mengetahui ada 4.000 titik pencurian air di tanggul Kanal Tarum Barat? Adakah kerja sama saling menguntungkan antara si maling air dan oknum Jasa Tirta?

Kita percaya proyek vital itu memiliki dana pemeliharaan yang mestinya bisa digunakan untuk merawat tanggul agar tidak bocor.

Meski kerusakan tanggul tidak menelan korban jiwa, harus diusut siapa yang bertanggung jawab atas bobolnya tanggul itu. Semestinya kita tidak hanya pintar mencari penyebab ambruknya tanggul, tetapi juga piawai menemukan siapa yang paling bertanggung jawab kemudian menggiringnya ke meja hijau. Jangan menjadi kebiasaan sebuah tragedi berlalu tanpa ada yang bertanggung jawab, karena pasti ini bukan bencana alam

Komentar2 :
Miris!
Bukan main! Ternyata mudah sekali untuk mensabotase ibukota negara ya. Perlu pimpinan yg mampu membuat Jakarta bebas dari sabotase, mulai dari kebutuhan pokok seperti air, listrik, sarana jalan dll. Apa jadinya kalau ada teroris yg melakukan pengrusakan di titik2 vital seperti itu? jakarta lgs lumpuh. Ini baru air, ke depan nanti apa lagi? Jadi pastikan pimpinan ke depan yg punya pemikiran jauh ke masa depan.
dikomentari oleh: Dewono - tanggal: 03-09-2011 07:28:18 WIB

Sudah Biasa
Hal ini sudah biasa terjadi di Indonesia, nilai proyek dipotong masuk kantong oknum penentu kebijakan, kalau tidak begitu kontraktor tidak dapat proyek. Tragisnya pemberian angpao tersebut tanpa kwitansi, ya akhirnya yang dikorbankan proyeknya seharus berumur 100 tahun baru 40 tahun jebol, akhirnya mereka saling menyalahkan...............ala Mak yang sakit kontraktornya.
dikomentari oleh: Erwanto Trustiadi - tanggal: 03-09-2011 07:10:32 WIB

Negara OMDO....
ndak usah heran,sudah biasa dan kita Indonesia sedang menuju NEGARA GAGAL DAN HANCUR...optimisme Pak SBY itulah khas pemimpin OMDO.....
dikomentari oleh: anthony - tanggal: 03-09-2011 06:37:32 WIB

MARI KITA DEFINISIKAN ARTI KORUPSI
Dinegeri ini tiap detik kita pasti bisa mendengar teriakan anti korupsi dan tekad bulat membasminya .Inilah koloni masyarakat yang PALING ANTI KORUPSI DIDUNIA.Ironisnya praktek korupsinya sendiri SEBENARNYA SEMAKIN MENJADI-MENJADI........MENGAPA? Karena tafsir akan korupsi sendiri memang masih tidak sama.Kalau dilakukan orang lain, namanya korupsi , tapi bila teman atau diri sendiri yang melakukannya maka itu namanya Rezeki
dikomentari oleh: Bungdamai - tanggal: 03-09-2011 06:30:39 WIB

Ada rupa ada harga?
Tapi pemeo ini sudah tidak berlaku di Indonesia diganti ada harga tapi rupa tetep jelek karena tidak jujur waktu menilai saat serah terima proyek. Biasanya kalau proyek kurang kuat ya rawatnya yang harus ditingkatkan. Di Indonesia rawat juga tidak ditingkatkan karena biaya rawat (maintanance) dikorup.
dikomentari oleh: sambodhosumani - tanggal: 03-09-2011 05:25:12 WIB

Jangan ada tempat menymai ketidak jujuran.
Jebolnya dam tidak kali ini saja, masih ingat Situ Gintung waktu itu juga ada yang bilang untung tidak ada kurban jiwa. Dengan kasus Buaran ini terungkap bahwa manusia Indonesia tidak kapok2: Tidak jujur, karena lalai, karena apa lagi. Harus meningkatkan kejujuran, ternyata untuk jujur juga harus teliti, tidak asal-asalan, hari Id dibiarkan ada dua, walaupun sepele (mungkin) bisa menyebabkan petaka, jangan jadikan UN (ujian negara) jadi tempat menyemai ketidak jujuran dsbnya
dikomentari oleh: sambodhosumani - tanggal: 03-09-2011 05:14:19 WIB
Pejabat bergelimang 'air'
Pejabat bergelimang air, rakyat musti berebut & antri air.... Beginikah negeri ini diurus?
dikomentari oleh: JZ - tanggal: 03-09-2011 05:04:57 WIB

Gara-gara Komisi
Pemenang tender proyek adalah kontraktor yg berani mengajukan harga tawaran terendah,berani kasih komisi lalu dikurangi dgn keuntungan kontraktor sama dengan mutu proyek yg rendah.
dikomentari oleh: nahop - tanggal: 03-09-2011 04:29:09 WIB
Selengkapnya ...

Minggu, 15 Mei 2011

ENGINEER 5/7



Ketika pertama kali mendengar istilah engineer 5/7, saya sempat bingung apa maksudnya. Mau bertanya ke orang yang mengucapkan istilah tersebut, rasanya kok masih malu-malu. Selama berpikir apa maksudnya dan menghubungkannya dengan topik yang sedang kita bahas, akhirnya seorang teman mengeluh bahwa selama ini dia hanya bekerja selama 5 bulan dalam setahun. Sisanya 7 bulan dalam setahun lebih banyak menganggur dan menunggu proyek berikutnya.

Sekarang saya paham, yang dimaksud engineer 5/7 adalah sarjana yang hanya bekerja selama 5 bulan dalam setahun dan sisanya (7 bulan) menganggur. Proyek-proyek pemerintah memang waktu pelaksanaannya pendek, antara 3 bulan sampai 8 bulan untuk proyek APBD dan APBN. Proyek-proyek multiyears jarang ada dan bisa dihitung dengan jari jumlahnya. Istilah engineer 5/7 lebih banyak untuk menggambarkan sarjana-sarjana teknik sipil yang bergerak dibidang jasa konsultan supervisi. Karena bidang supervisi yang paling banyak menyerap sarjana teknik sipil.


Penyedia jasa dalam bidang konsultansi, terutama yang bergerak diwilayah lokal biasanya tidak mempunyai tenaga tetap yang mencukupi. Banyak pertimbangan, salah satunya barangkali karena mereka tidak sanggup menghidupi engineer secara permanen karena belum tentu terus-terusan mendapat proyek. Jalan pintasnya memang dengan cara memakai tenaga kontrak yang hanya dipekerjakan selama proyek berlangsung, Setelah proyek selesai, penyedia jasa dan engineer putus hubungan. Engineerpun menganggur, dan penyedia jasa tidak punya tanggungan apa-apa lagi. Yang untung tentu penyedia jasa, yang buntung para engineer.
Penyedia jasa sudah pasti untung, tidak ada (belum ada) dalam kamus perusahaan konsultan rugi. Biaya yang dikeluarkan perusahaan konsultan biasanya hampir pasti, beda dengan perusahaan kontraktor yang resikonya bisa rugi. Perusahaan konsultan mencari untung dari selisih billing rate dengan sallary para engineer. Perusahaan akan membuat kontrak dengan para engineer dengan waktu sesuai man month dalam kontrak konsultan dengan pengguna jasa. Kadang-kadang ada perusahaan nakal yang hanya mempekerjakan engineer kurang dari man month yang dibayar pemerintah. Perusahaan pun tambah untung, yang buntung tetap para engineer....
Berapa sallary yang dibayar penyedia jasa untuk para engineer? Ironis, hanya 30 sampai 40 % dari billing rate. Seumpama penyedia jasa dibayar 100 oleh pengguna jasa (pemerintah) untuk 1 manmonth engineer, maka engineer hanya dibayar 40 oleh perusahaan. Yang 60% sisanya kemana? Tentu saja sisanya sebagian menjadi keuntungan perusahaan, sebagian lagi katanya menguap tidak berbekas. Engineer yang menjadi ujung tombak perusahaan tetap kere....
Kondisi ini sudah berlangsung sejak lama tanpa perubahan yang signifikan. Banyak faktor penyebabnya. Birokrat yang sebagian masih korup menyebabkan banyak biaya yang menguap. Perusahaan juga banyak yang mendapat proyek dengan cara-cara yang tidak etis (baca : kolusi) yang menyebabkan sebagian uang menguap. Para engineer juga sebagian sudah mulai pragmatis dan tidak profesional, yang penting asap dapur mengepul apapun dikerjakan. Jumlah sarjana teknik sipil yang overload juga menjadi penyebab semakin murahnya harga engineer. Perguruan tinggi harus ikut memikirkan hal ini. Jangan sekedar mencetak sarjana tanpa mutu. Kenyataannya saat ini memang banyak sarjana teknik abal-abal, buktinya banyak sarjana teknik sipil yang tidak mengetahui prinsip-prinsip dasar teknik sipil. Penulis pernah bertemu sarjana teknik sipil yang tidak memahami gambar penulangan konstruksi beton.....
Selengkapnya ...