Recent Posts

Sabtu, 16 Juni 2018

UTILITAS SEMRAWUT DI KOTA BUDAYA

Oleh : Nyoman Upadhana



Bali adalah destinasi wisata yang dibeberapa belahan dunia lebih dikenal dibandingkan dengan Negara Indonesia. Walau demikian, persaingan dengan beberapa destinasi wisata lainnya termasuk yang berada diluar Indonesia semakin hari semakin ketat. Banyak faktor yang mempengaruhi menang tidaknya kita bersaing dengan daerah atau negara lain dalam mendatangkan wisatawan. Salah satu hal yang luput dari perhatian kita bersama adalah kesemrawutan dalam pembangunan. Kebutuhan terhadap daya (listrik) dan sarana telekomunikasi membuat kota semakin semrawut dengan penambahan utilitas yang tidak teratur. Estetika kota menjadi hilang ditengah gencarnya kampanye kota budaya.

Cobalah tengok ke udara di perkotaan, pasti mata terganggu dengan banyaknya kabel melintang maupun memanjang sepanjang jalan. Ada kabel listrik yang karena beratnya  menyebabkan kabel tidak terpasang lurus, tapi melendut antar tiang. Ada kabel telekomunikasi yang jumlahnya tak terhitung, juga berserakan tak tertata. Tiang listrik dan tiang telekomunikasi milik beberapa provider berdiri bergerombol tak beraturan. Tidak bisa dibayangkan beberapa tahun kedepan, jika provider semakin bertambah dan kebutuhan daya semakin besar, tentu semakin semrawutlah kota kita. Bagi yang tidak terlalu memperhatikan, mungkin tidak tahu bahwa didalam tanahpun utilitas juga semrawut. Tengok juga ke dalam saluran drainase, disanapun kabel-kabel semrawut. Apakah kondisi seperti ini akan terus dibiarkan?

Sudah mulai ada keluhan dari masyarakat terhadap kondisi utilitas kita yang semrawut. Masyarakat  di Jalan Subak Sari Kuta Utara (Balipost, 17 April 2018) mengeluhkan kondisi kabel yang semrawut di lingkungan mereka. Kabel-kabel melintang di atas jalan tidak beraturan dan membahayakan para pengguna jalan jika ada kabel yang putus. Pun sangat mengganggu ketika masyarakat melaksanakan ritual adat dan keagamaan.

Masyarakat menyadari bahwa semakin maju kota maka semakin banyak dibutuhkan prasarana untuk menunjang kegiatan yang ada di dalam kota. Penambahan utilitas dari tahun ke tahun adalah salah satu untuk memenuhi kebutuhan prasarana perkotaan. Masyarakat dan pengusaha membutuhkan sarana telekomunikasi, listrik dan air. Penambahan setiap utilitas membutuhkan kegiatan gali-menggali atau pemasangan di udara. Menjadi dilema bagi pemerintah, penambahan utilitas tidak mungkin dilarang karena dibutuhkan untuk kegiatan perekonomian. Sedangkan jika pemerintah mengijinkan berarti membiarkan kesemrawutan utilitas di udara dan membiarkan gali-menggali sepanjang masa jika utilitas harus ditanam. Walaupun sesungguhnya sudah ada peraturan pemerintah yang mengatur penempatan utilitas namun realitasnya kesemrawutan sudah terjadi.

Siapakah yang harus bertanggungjawab terhadap kesemrawutan utilitas saat ini? Yang bertanggungjawab seharusnya pemilik utilitas dan pemerintah. Pemilik utilitas harus bertanggung untuk tidak memasang utilitas secara sembarangan yang merusak estetika. Pemerintah sebagai pemilik jalan dan pemberi ijin terhadap pemasangan utilitas harus mengawasi dengan ketat setiap pemasangan utilitas. Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus mulai memikirkan faktor estetika dalam mengelola jalan yang menjadi tanggungjawabnya, baik jalan nasional jalan propinsi maupun jalan kabupaten. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus duduk bersama dalam penanganan masalah kesemrawutan utilitas saat ini. Karena bagaimanapun juga efek kesemrawutan utilitas pasti diterima oleh daerah dimana utilitas tersebut berada, tidak peduli apakah posisi utilitas berada di jalan nasional atau di jalan propinsi.

Kegiatan penanganan utilitas harus dimulai saat ini agar kesemrawutan tidak semakin parah. Jika ditunda-tunda maka biaya konstruksi penyiapan sarana utilitas akan semakin mahal kedepannya. Pada setiap pembangunan jalan baru, pemerintah harus sudah menyiapkan sarana utilitas terpadu. Hal ini untuk menghindari pekerjaan galian berulang setelah jalan dimanfaatkan. Untuk menghemat biaya pembangunan maka sarana utilitas yang disiapkan bisa digabung dengan bangunan drainase, dengan sedikit memperbesar dimensi drainase dan pengawasan yang ketat pada saat pemilik utilitas memasang utilitasnya di dalam saluran. Sedangkan untuk jalan-jalan yang sudah ada, pemerintah minimal harus memulai menghilangkan kesemrawutan disetiap persimpangan jalan. Caranya adalah dengan memasang box utilitas melintang di bawah jalan disetiap persimpangan. Tujuannya agar semua kabel yang melintang di udara bisa dimasukkan ke dalam box utilitas tersebut. Pada saat pemerintah melaksanakan kegiatan pelebaran jalan, seperti halnya pelebaran Jalan Imam Bonjol Denpasar, alangkah baiknya jika pihak pengelola kegiatan menyiapkan box utilitas melintang pada setiap jarak 50 atau 100 meter. Dengan demikian maka minimal tidak akan ada lagi kabel melintang setelah pekerjaan pelebaran jalan selesai.

Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas PUPR sejak tahun 2014 sudah menyiapkan kajian dan desain utilitas terpadu untuk wilayah Badung. Penyiapan Perda untuk mendukung hal tersebut juga sudah disiapkan dan disosialisasikan ke masyarakat. Kordinasi dengan pihak pemilik utilitas (PLN dan provider telekomunikasi) juga sudah dilakukan berulang. Masyarakat Badung pada umumnya sangat mendukung rencana kegiatan penyiapan sarana utilitas terpadu ini. Antusiasme masyarakatpun direspon oleh Pemkab Badung dengan memulai kegiatan konstruksi sarana utilitas yang menyatu dengan konstruksi saluran drainase untuk Jalan Popis Kuta dan sekitarnya sejak tahun 2016. Pada tahun 2018 ini Pemkab Badung mulai menyiapkan secara bertahap sarana utilitas terpadu di jalan utama, dimulai dari Jalan Raya Seminyak Basangkasa Kecamatan Kuta dengan menggunakan box beton pracetak ukuran 150x180 cm. Pengerjaannya menggunakan metode clean construction untuk meminimalkan gangguan terhadap masyarakat dan wisatawan di wilayah tersebut. Penurunan semua utilitas yang ada di udara akan dimulai oleh pemilik utilitas pada tahun 2019 pada ruas yang sudah selesai penyiapan box utilitasnya.

Semoga kegiatan ini menjadi motivasi bagi daerah lain untuk juga menyiapkan sarana utilitas seperti yang dikerjakan oleh Kabupaten Badung. Memang membutuhkan anggaran yang cukup besar. Tapi tanpa disadari, kegiatan gali-menggali pada setiap pemasangan utilitas sebenarnya merugikan karena dapat merusak badan jalan dan menimbulkan kemacetan. Demikian juga penempatan utilitas secara sembarangan di dalam saluran drainase bisa menyebabkan saluran tersumbat dan banjir. Kesemrawutan utilitas tidak sejalan dengan peningkatan estetika kota / wilayah sebagai destinasi wisata.
Selengkapnya ...

Minggu, 06 Oktober 2013

DESJOYAUX-MEMBUAT KOLAM RENANG PRAKTIS DAN CEPAT

(DESJOYAUX)

Kebutuhan kolam renang akhir-akhir ini semakin meningkat sejalan dengan semakin bertambahnya orang-orang kaya dan juga efek dari perkembangan pariwisata di Bali. Hampir semua villa membuat kolam renang sebagai fasilitas tambahan. Belum lagi setiap hotel yang baru dibangun pasti membutuhkan kolam renang. 

Banyak orang masih berpikiran bahwa kolam renang harus dibuat dari beton bertulang, kemudian dilapisi lapisan kedap air (waterproofing), dilanjutkan dengan pemasangan penutup dengan keramik atau batu alam. Mereka juga berpikiran harus ada instalasi perpipaan dan harus dibuatkan ruang pompa untuk system penjernihan (filtrasi) air kolam. Kolam yang dibuat seperti ini akan membutuhkan waktu konstruksi yang lama dan biaya pemeliharaan yang cukup tinggi.  

Tahukah anda bahwa sejak tahun 80an sebenarnya sudah diperkenalkan konsep kolam renang yang praktis dan cepat dalam pembuatan serta rendah biaya operasional? Penulis sempat terlibat dalam pembuatan kolam seperti ini di Hotel DPenjor Seminyak. Pelaksanaannya cukup mudah dan cepat, tidak ada system plumbing yang ribet karena pompa penjernihnya menggunakan system portable yang sudah dilengkapi lampu penerang sehingga tidak perlu menanam lampu di dasar atau dinding kolam. Kolam ini dibuat oleh perusahaan kolam renang Prancis yaitu DESJOYAUX SISTEM. 

Pekerjaan awalnya hampir sama dengan kolam renang konvensional yaitu pekerjaan penggalian dan pembuatan beton lantai kerja. Sebelum cor lantai kerja kondisi tanah dasar harus diperhatikan, jika berupa rawa dapat distabilisasi dengan cerucuk bambu kemudian dipasang anyaman bambu (gedek) dan diurug dengan limestone. Lantai kolam tetap menggunakan konstruksi beton bertulang, sedangkan konstruksi dinding menggunakan panel-panel pabrikan Desjoyaux yang diisi cor beton. Konstruksi kolam sangat aman terhadap gerakan tanah, dinding kolam tidak akan pecah/retak . 
Stabilisasi tanah dasar dengan cerucuk bambu

STRUKTUR DESJOYAUX SISTEM 
Struktur Desjoyaux menggunakan sistem panel disebut : DESCO (Permanent Active Casing) yang mampu mereduksi penggunaan jumlah beton hingga menjadi 80% serta mendapatkan sertifikat dari VERITAS, sebuah badan sertifikasi Internasional yang menjaga standar kualitas mutu suatu produk beton. 
Kelebihan penggunaan produk ini : 
• Kecepatan instalasi produk ( kolam siap renang dalam 1 – 2 minggu ) untuk ukuran kolam private. 
• Beban konstruksi lebih ringan karena material DESCO dari bahan polyprophylene dan penggunaan beton yang lebih sedikit, sehingga struktur kolam aman jika terjadi pergerakan tanah. 
• Dapat dibentuk sesuai dengan design yang diinginkan. 

Pembesian lantai dan pemasangan panel dinding

Cor lantai dan panel dinding Desjoyaux

FINISHING  KOLAM DESJOYAUX
LINER adalah bahan finishing yang terbuat dari Reinforced PVC dengan U.V Resistant dengan ketebalan 1.5 mm, sebagai pengganti material finishing keramik yang telah umum digunakan. 
Keunggulan dari liner : 
• Pemasangan bahan di lapangan lebih cepat (2-4 hari untuk ukuran kolam private pada umumnya) 
• Apabila terjadi pergeseran pada permukaan tanah yang mengakibatkan keretakan konstruksi, kolam renang tetap tidak mengalami kebocoran karena sifat elastisitas bahan (seperti karet). 
• Apabila terjadi kebocoran (misalkan karena terkena benda tajam) maka dalam kondisi permukaan tertentu, liner dapat diperbaiki tanpa menguras air kolam. 
• Proses maintenance lebih mudah dibandingkan dengan system kolam renang lainnya 
Finishing, pemasangan LINER

Pembuatan logo di dasar kolam


SISTEM FILTRASI 
DESJOYAUX berhasil mengembangkan suatu sistem filtrasi bagi sirkulasi air kolam renang. Pengalaman ini menghasilkan suatu produk dengan keuntungan baru sebagai berikut : 
• Tidak menggunakan sistem pemipaan bawah tanah sehingga terhindar dari kemungkinan-kemungkinan pipa mampat, pengapuran ataupun kebocoran yang disebabkan oleh kelalaian pemasangan instalasi dan akibat dari penggunaan chemical di kolam renang. 
• Mesin filtrasi yang ditempatkan langsung di sisi kolam dimaksudkan agar tenaga yang dihasilkan pompa dapat semaksimal mungkin dimanfaatkan untuk mendorong sirkulasi air, dengan kata lain tenaga pompa tidak hilang pada pemipaan (Total Head Lost) 
• Maintenance kolam menjadi jauh lebih mudah, karena semua fungsi filtrasi disatukan dalam satu bagian pompa. Pencucian filter bag (penyaring) dapat dilakukan hanya dengan penyemprotan air kran. 
• Sistem filtrasi Desjoyaux merupakan penyempurnaan dari sistem filtrasi skimmer box, dengan tidak lagi memerlukan ruang pompa dan balancing tank sehingga pemanfaatan ruang untuk area kolam menjadi seluas-luasnya. 
• Depression Rotating Water System mensirkulasi air kolam 18 m3/jam dengan Daya jangkau (Effective Filtration Area) mencapai 12 meter dan standard Internasional untuk Turn over dalam 6 jam = 108 m3. 
• Daya penyaringan filter bag hingga 6 microns - 15 microns 
• Dapat dilengkapi dengan Turbo Jet System untuk olahraga air dengan fasilitas berenang lawan arus (Cross Current Swimming) dengan kecepatan 24 km/jam, Hydrotherapy dan Tonic Massage. 
• Pemakaian daya listrik 450 Watt untuk pompa dan 50 Watt untuk lampu. 
Sistem Filtrasi, pompa portabel


GARANSI INTERNASIONAL 
Sebagai perwujudan after sale service kami, maka DESJOYAUX memberikan garansi untuk produk-produk kami, antara lain : 
• Garansi keretakan konstruksi desco panel selama 10 tahun. 
• Garansi kebocoran finishing liner selama 10 tahun. (Chemical & Operation Manual standar Desjoyaux dan kerusakan bukan disebabkan oleh benda tajam). 
• Garansi casing filtration selama 5 tahun. 
• Garansi pompa Desjoyaux selama 2 tahun.
Selengkapnya ...

Sabtu, 21 September 2013

GOR KOJA ROBOH, SALAH SIAPA?


Robohnya sebagian bangunan Gor Koja Jakarta terjadi pada saat pelaksanaan konstruksi. Berdasarkan informasi, kegagalan konstruksi terjadi pada saat pengecoran (Kamis, 19 September 2013). Pengecoran menggunakan beton ready mix dan alat bantu pompa beton (concrete pump). Dilihat dari tayangan di televisi, sistim bekesting menggunakan kayu dan multipleks dan disokong dengan perancah besi (scaffolding). Sepintas kelihatan sudah sesuai standar bekesting yang sering dipakai di pekerjaan struktur bangunan tinggi. Nah, mengapa bisa roboh sehingga menimbulkan korban luka?  
Jawabannya adalah kekuatan system bekesting tidak mampu menahan beban diatasnya yang berupa beton segar. Disamping akibat tidak mampu menahan beban gravitasi, keruntuhan kemungkinan bisa disebabkan hentakan beton yang dikeluarkan oleh alat concrete pump. Sistim bekesting yang akan dipakai seharusnya dihitung kekuatannya sebelum dituangkan dalam gambar kerja. Perhitungan kekuatan bekesting tidaklah terlalu sulit, cukup menggunakan rumus konstruksi kayu dan konstruksi baja untuk memeriksa kemampuan/daya dukung scaffolding. Konsultan pengawas wajib meminta perhitungan kekuatan pada kontraktor sebelum pekerjaan bekesting dimulai. Dalam pelaksanaannya, konsultan pengawas juga wajib memeriksa cara pemasangan bekesting dan perancahnya, mulai dari dudukan scaffolding, jarak antar scafolding sampai pemasangan kayu dudukan multipleksnya. Jika prosedur ini tidak diikuti, dan terjadi kegagalan bangunan saat pelaksanaan, maka seharusnya yang bertanggung jawab adalah kontraktor dan konsultan pengawas. 
Makanya, jika tidak ingin repot diperiksa oleh yang berwajib (bisa dipidana juga) sebaiknya ikuti prosedur dalam pelaksanaan konstruksi. Perhitungan teknis untuk pelaksanaan tidaklah sulit, jauh lebih sulit menghitung struktur dalam proses desain. Dan jangan sekali-sekali menganggap remeh pekerjaan bekesting, karena sudah sering terjadi kegagalan konstruksi akibat tidak kuatnya sistim bekesting. Kegagalan bekesting menyebabkan pembengkakan biaya konstruksi dan kemungkinan sanksi pidana dan denda……
Selengkapnya ...

Sabtu, 19 Januari 2013

PROYEK HAMBALANG, MENGAPA BERMASALAH? #2


REKAYASA TENDER PROYEK HAMBALANG



Dari hasil pemeriksaan oleh BPK untuk proyek Hambalang ditemukan bahwa semua proses lelang, mulai dari proses prakualifikasi sampai penetapan pemenang lelang dibuat dan dieavaluasi sendiri oleh calon pemenang. Rupanya rekayasa tender seperti ini masih terjadi dijaman reformasi. Berarti tidak ada bedanya dengan jaman orde baru. Adanya KPK ternyata tidak memberi rasa takut kepada perusahaan-perusahaan besar termasuk perusahaan pelat merah (BUMN) untuk berlaku curang. Dari hasil pemeriksaan BPK, seharusnya banyak orang yang akan masuk bui dan banyak perusahaan kena blacklist.

Pelaksanaan pekerjaan yang mencakup perencanaan konstruksi, manajemen konstruksi, dan konstruksi fisik merupakan pekerjaan yang saling terkait pada proyek Hambalang. Panitia Pengadaan yang dibentuk oleh Ses Kemenpora dengan SK nomor 0093.b Tahun 2010 Tanggal 12 April 2010 melakukan proses pemilihan para rekanan pelaksana untuk ketiga jenis pekerjaan tersebut dengan metode pelelangan umum pra kualifikasi.


Selengkapnya ...

Kamis, 03 Januari 2013

Menteri PU Kapok Bangun Infrastuktur dari Utang



Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mengurangi pinjaman luar negeri. Hal tersebut lantaran persyaratan pinjaman luar negeri dirasa sangat rumit dan menyulitkan sehingga tidak jarang menganggu berlangsungnya pekerjaan di lapangan.

Menurut Menteri PU Djoko Kirmanto kemampuan APBN Indonesia saat ini cukup kuat untuk menanggung program kerja Kementerian PU. Pada tahun ini, dari Rp77,97 triliun dana Kementerian PU hanya Rp7,8 triliun yang merupakan pinjaman luar negeri.





Selengkapnya ...

Senin, 31 Desember 2012

PROYEK HAMBALANG, MENGAPA BERMASALAH? #1



Proyek pembangunan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Prestasi Olahraga Nasional Hambalang di Bogor memang misterius. Disebut misterius karena banyak hal yang masih tersembunyi dibalik proyek tersebut. Mulai dari misteriusnya anggaran, yaitu semula dianggarkan 125 milyar, kemudian 200 an milayar, sampai menjadi 1,2 triliun dan 2,4 triliun.
Banyak keanehan muncul setelah amblesnya salah satu bangunan di proyek tersebut. Dari sisi teknik, seorang ahli geologi menyatakan kondisi tanah di bukit Hambalang tidak cocok untuk bangunan lebih dari 2 lantai. Kalau benar lapisan tanah di lokasi tersebut tidak cocok untuk bangunan seperti proyek Hambalang, siapakah yang merekayasa kajian teknisnya sehingga dihasilkan gambar perencanaan seperti yang terbangun sekarang? Tentu saja disini pasti melibatkan sarjana teknik sipil (civil engineer). Hanya sarjana teknik sipil yang bisa menghitung konstruksi bangunan, mulai dari substructure (pondasi) sampai upperstucture (bangunan atas). Tanggung jawab seorang civil engineer untuk proyek sebesar Hambalang tentu berada dibawah sebuah badan usaha (konsultan perencana). Kalau suatu saat terjadi keruntuhan bangunan (kegagalan bangunan) yang disebabkan oleh kesalahan hitungan teknis, tentu konsultan perencana harus bertanggung sesuai UUJK No. 18 Tahun 1999 selama masa jaminan konstruksi yang tercantum dalam kontrak (5-10 tahun).
Selengkapnya ...

Kamis, 15 September 2011

MENJEBOL MUTU PROYEK


Editorial Media Indonesia yang disiarkan oleh Metro TV pada hari Sabtu tanggal 3 September 2011 cukup membikin merah muka para civil engineer idealis di negeri ini. Tidak terkecuali saya, walaupun saya tidak berani menyebut diri sebagai seorang idealis. Betapa persepsi masyarakat terhadap suatu proyek begitu negatifnya, terutama terhadap proyek-proyek pemerintah. Setiap mendengar kata proyek, maka masyarakat awam akan menganggap proyek itu isinya mark up, tipu menipu, KKN, penyimpangan bestek dan lain-lain yang negatif.

Padahal tidak semua proyek isinya tipu-menipu dan KKN. Masih ada kontraktor yang bertanggung jawab terhadap mutu. Masih banyak di negeri ini insinyur sipil yang idealis, yang tidak mau menggadaikan ilmu dan idealismenya demi rupiah. Akan tetapi hal-hal yang baik jarang muncul dan diberitakan. Mungkin dianggap kerja yang baik dan professional memang tugasnya para insinyur sehingga tidak perlu diberitakan. Yang perlu diberitakan yang jelek-jelek agar para insinyur punya rasa malu dan mau berubah kearah yang lebih baik.

Resiko bekerja jelek sudah pasti ada akibatnya. Proyek bisa bermasalah secara teknis dan menyebabkan kegagalan bangunan jika dikerjakan dengan penyimpangan spek. Kalau sudah terjadi kegagalan bangunan maka sanksi pidana dan denda bisa mengancam pihak yang terlibat sesuai UUJK No. 18 Tahun 1999. Sedangkan resiko bekerja dengan memainkan angka-angka (markup dan penyunatan anggaran) bisa menyebabkan proyek ambruk dan salah-salah dijerat tindak pidana korupsi.

Pilihan ada pada para insinyur. Mau bekerja dengan baik sehingga bisa tidur nyenyak tanpa dibayangi sanksi pidana, atau mau cari materi sebanyak-banyaknya sehingga dibayang-bayangi ruang penjara? Mari kita manfaatkan ilmu kita untuk kebaikan negeri ini.

Inilah kutipan Editorial Media Indonesia beserta komentar negative masyarakat terhadap proyek-proyek pemerintah.

Menjebol Mutu Proyek
Sabtu, 03 September 2011 00:00 WIB

TRAGEDI terjadi lagi. Meski tidak menelan nyawa, ratusan ribu orang merintih kekurangan air bersih. Itu bukan terjadi nun jauh di sana di pelosok negeri ini, melainkan di ibu kota negara, Jakarta.

Tanggul Kanal Tarum Barat di Kalimalang, Jakarta Timur, jebol pada Rabu (31/8). Air dari tanggul itu merupakan bahan baku air bersih untuk kebutuhan warga Jakarta. Akibat ambruknya tanggul, pasokan air bersih untuk rumah tangga, industri dan perkantoran di Jakarta Pusat, dan sebagian Jakarta Barat serta Jakarta Utara pun terganggu.

Istana Presiden, Balai Kota DKI, dan Gedung DPR tidak luput dari kekurangan pasokan air bersih. Truk tangki air bersih hilir mudik memenuhi pasokan air bersih di tiga gedung istimewa itu.

Telah menjadi kebiasaan, setelah musibah barulah para pejabat ramai-ramai meninjau lokasi. Aneka argumentasi dan teori pun keluar sebagai jurus pembelaan diri.

Divisi Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, misalnya, berkilah bahwa salah satu penyebab ambruknya tanggul ialah pencurian air melalui pipa-pipa liar.

Perum Jasa Tirta II sebagai pemilik tanggul Kanal Tarum Barat sudah jauh hari mencatat ada 4.000 titik pengambilan air secara ilegal.

Tidak hanya itu. Pembangunan 54 jembatan penyeberang yang melintasi kali dengan tiang-tiang besi ikut melonggarkan kerekatan tanah. Selain itu, pemasangan tiang pancang jalan layang Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di samping dinding kali merusak konstruksi tanah.

Tanggul yang jebol itu baru berusia 40 tahun, padahal tanggul itu dibangun dengan konstruksi berkekuatan hingga usia 100 tahun.

Mudah ditebak mengapa kekuatan tanggul hanya berumur 40% dari yang seharusnya. Ini satu lagi bukti bahwa mutu proyek dijebol untuk membuncitkan pundi-pundi kontraktor dan aparat.

Sudah menjadi pengetahuan publik bahwa biaya proyek pemerintah selalu ditalangi terlebih dahulu oleh kontraktor. Kontraktor pun tahu bahwa nilai proyek sudah disunat kemudian dikaveling-kaveling sebagai upeti untuk disetor ke DPR, pejabat terkait, dan makelar anggaran.

Yang menjadi pertanyaan mengapa Perum Jasa Tirta membiarkan berlarut-larut walau telah mengetahui ada 4.000 titik pencurian air di tanggul Kanal Tarum Barat? Adakah kerja sama saling menguntungkan antara si maling air dan oknum Jasa Tirta?

Kita percaya proyek vital itu memiliki dana pemeliharaan yang mestinya bisa digunakan untuk merawat tanggul agar tidak bocor.

Meski kerusakan tanggul tidak menelan korban jiwa, harus diusut siapa yang bertanggung jawab atas bobolnya tanggul itu. Semestinya kita tidak hanya pintar mencari penyebab ambruknya tanggul, tetapi juga piawai menemukan siapa yang paling bertanggung jawab kemudian menggiringnya ke meja hijau. Jangan menjadi kebiasaan sebuah tragedi berlalu tanpa ada yang bertanggung jawab, karena pasti ini bukan bencana alam

Komentar2 :
Miris!
Bukan main! Ternyata mudah sekali untuk mensabotase ibukota negara ya. Perlu pimpinan yg mampu membuat Jakarta bebas dari sabotase, mulai dari kebutuhan pokok seperti air, listrik, sarana jalan dll. Apa jadinya kalau ada teroris yg melakukan pengrusakan di titik2 vital seperti itu? jakarta lgs lumpuh. Ini baru air, ke depan nanti apa lagi? Jadi pastikan pimpinan ke depan yg punya pemikiran jauh ke masa depan.
dikomentari oleh: Dewono - tanggal: 03-09-2011 07:28:18 WIB

Sudah Biasa
Hal ini sudah biasa terjadi di Indonesia, nilai proyek dipotong masuk kantong oknum penentu kebijakan, kalau tidak begitu kontraktor tidak dapat proyek. Tragisnya pemberian angpao tersebut tanpa kwitansi, ya akhirnya yang dikorbankan proyeknya seharus berumur 100 tahun baru 40 tahun jebol, akhirnya mereka saling menyalahkan...............ala Mak yang sakit kontraktornya.
dikomentari oleh: Erwanto Trustiadi - tanggal: 03-09-2011 07:10:32 WIB

Negara OMDO....
ndak usah heran,sudah biasa dan kita Indonesia sedang menuju NEGARA GAGAL DAN HANCUR...optimisme Pak SBY itulah khas pemimpin OMDO.....
dikomentari oleh: anthony - tanggal: 03-09-2011 06:37:32 WIB

MARI KITA DEFINISIKAN ARTI KORUPSI
Dinegeri ini tiap detik kita pasti bisa mendengar teriakan anti korupsi dan tekad bulat membasminya .Inilah koloni masyarakat yang PALING ANTI KORUPSI DIDUNIA.Ironisnya praktek korupsinya sendiri SEBENARNYA SEMAKIN MENJADI-MENJADI........MENGAPA? Karena tafsir akan korupsi sendiri memang masih tidak sama.Kalau dilakukan orang lain, namanya korupsi , tapi bila teman atau diri sendiri yang melakukannya maka itu namanya Rezeki
dikomentari oleh: Bungdamai - tanggal: 03-09-2011 06:30:39 WIB

Ada rupa ada harga?
Tapi pemeo ini sudah tidak berlaku di Indonesia diganti ada harga tapi rupa tetep jelek karena tidak jujur waktu menilai saat serah terima proyek. Biasanya kalau proyek kurang kuat ya rawatnya yang harus ditingkatkan. Di Indonesia rawat juga tidak ditingkatkan karena biaya rawat (maintanance) dikorup.
dikomentari oleh: sambodhosumani - tanggal: 03-09-2011 05:25:12 WIB

Jangan ada tempat menymai ketidak jujuran.
Jebolnya dam tidak kali ini saja, masih ingat Situ Gintung waktu itu juga ada yang bilang untung tidak ada kurban jiwa. Dengan kasus Buaran ini terungkap bahwa manusia Indonesia tidak kapok2: Tidak jujur, karena lalai, karena apa lagi. Harus meningkatkan kejujuran, ternyata untuk jujur juga harus teliti, tidak asal-asalan, hari Id dibiarkan ada dua, walaupun sepele (mungkin) bisa menyebabkan petaka, jangan jadikan UN (ujian negara) jadi tempat menyemai ketidak jujuran dsbnya
dikomentari oleh: sambodhosumani - tanggal: 03-09-2011 05:14:19 WIB
Pejabat bergelimang 'air'
Pejabat bergelimang air, rakyat musti berebut & antri air.... Beginikah negeri ini diurus?
dikomentari oleh: JZ - tanggal: 03-09-2011 05:04:57 WIB

Gara-gara Komisi
Pemenang tender proyek adalah kontraktor yg berani mengajukan harga tawaran terendah,berani kasih komisi lalu dikurangi dgn keuntungan kontraktor sama dengan mutu proyek yg rendah.
dikomentari oleh: nahop - tanggal: 03-09-2011 04:29:09 WIB
Selengkapnya ...